Family Strategic Planning

Kala itu kami hadir saat sesi tanya jawab terakhir. Hari sudah siang kami sudah cukup lelah karena perjalanan dari Gresik lalu ke Sidoarjo mengunjungi keluarga saya dan sahabat saya yang sedang berbahagia menyambut perkembangan anak perkembangan anak pertamanya. 

Acara yang bertajuk Family Strategic Planning (FSP) ini diadakan oleh Intitut Ibu Profesional Surabaya Raya, yang mengerjakan acara ini dengan betul-betul profesional. Dan saya menyadari profesional disini bukan sekedar tagline belaka. Mungkin lain waktu saya akan ceritakan how profesional they are. 

Semua peserta duduk di meja-meja yang sudah disusun dalam bentuk kelompok. Di sesi sebelumnya semua peserta yang terdiri dari pasangan suami istri didampingi fasilitator diarahkan oleh Ibu Septi Peni Wulandani dan Pak Dodik Mardianto, selaku pembicara, menyusun FSP step by step. 

Berikut ini adalah cara menyusun FSP. Ringkasan ini disadur dari catatan Bunda Ika Nurmaya, peserta workshop FSP juga

________________________

Punyalah peta dulu untuk menentukan tujuan. Karenanya jika anggota keluarga melakukan kesalahan maka jangan salahkan mereka krn memang tidak punya peta. Peta ini u menyamakan persepsi. Letakkan hati anda pada keluarga anda, sehingga insting akan keluar dibantu Allah

  1. Tuliskan nama peta di tengah kertas posisi mendatar: nama keluarga

  2. Tulis tujuan di pojok kanan atas, tujuan itu baik jika bisa tahu kita sampe di tempat itu. Kita tahu saat mencapai tujuan itu.harus jelas u keluarga kita sendiri

  3. Tulis posisi kita di mana?, tulis titik awal di pojok kiri bawah. Titik awal Yaitu keadaan anggota keluarga kita saat ini.keluarga saya jml 4, anggota ayah ibu salman dan aydin. Tuliskan kekuatan masing2 anggota keluarga, tulis hobby, kapabilitas.

  4. Tuliskan kompas yaitu core value/ nilai keluarga, tentukan mana yg harus dilakukan dan tidak dilakukan. Kata sifat yg mbantu anda memutuskan prioritas dalam hidup. Contoh indonesia adl pancasila. Kalau core value keluarga saya adl iman dan kehormatan. Pas m Ara mau sekolah, apakah sekolah berlawanan iman? Tidak, apakah Allah berlawanan dg kehormatan? Tidak, maka bisa dilakukan, jadi core values adl salah satu cara u pengambilan keputusan. Tulis di pojok kiri atas, tulis dua atau tiga kata saja

  5. Tulis rambu2/ SOP/ aturan dasar/ golden rules tulis di pojok kiri atas yg berfungsi manakala terjadi badai dlm keluarga.contoh: ttetap berkomunikasi walau tjd badai, segala keputusan yg muncul saat marah, maka batal demi hukum, bila terjadi perselisihan kembali pada alquran dan hadis, maka jika msh ada perbedaan maka datang ke ahli yg sdh disepakati. Hasil dari ahli itulah keputusannya

  6. Tuliskan bekal yg hrs disiapkan di tengah bawah, misal biaya dll

  7. Tuliskan support sistem di luar keluarga kita ex: komunitas institut ibu prof, sahabat keluarga, kolega keluarga. Shingga ketika terjadi badai antara ayah dg anak lalu anak pergi, ia akan pergi ke komunitas itu, dll ditulis di kanan bawah

  8. Kapal tidak harus satu, boleh banyak kapal yg berlayar menuju satu tujuan, tiap anggota keluarga boleh mengambil jalannya sendiri, yg penting 1 tujuan

  9. Tuliskan nama keluarga pikirkan nama yg indah, nama itu akan menggambarkan apa, tulis peran hidup jika belum menemukan peran hidup tdk apa2, temukan dg banyak ngobrol, aktivitas dan bermain

  10. Tuliskan tema tahunan/ proyek, setiap proyek dimiliki setiap anggota keluarga, dan yg lain mjd support system, mjd follower jadi harus taat pada pimpro. Dalam proyek ini yg penting adl proses bukan hasil, anak2 yg penting berlatih dan belajar. Tema idenya bisa muncul dari manapun, berbahagia berbuat salah selama masih belajar, jadi berbuat salah maupun berbuat benar tetap dihargai sepanjang mendapat pelajaran

_________________________

Seluruh keluarga yang harga nampak sudah membuat rancangan peta keluarga. Aku hadir di ruangan sendirian setelah, sholat dhuhur dan mengantarkan anakku dan ayahnya di kids corner yang nyaman dengan tenaga profesional juga. 

Saat itu berdiri seorang Bapak sedang mengajukan pertanyaan, nampak bahwa Bapak ini sudah terjun langsung memikirkan akak dibawa kemana masa deoan keluarganya nanti. Tidak sekedar memikirkan pemenuhan nafkah namun peran apa yang akan mereka ambil kelak. Sangat sayang jika di dunia hanya memikirkan perut saya bukan? 

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Saya hadir karena Allah memberikan saya kemudahan untuk hadir. Dan saya manfaatkan bersama keluarga saya mendengar langsung gaasan Ibu Prodesional dari foundernya. 

Bukan karena saya nge fans, kata seorang guru idola bisa diartikan sebagai Tuhan Palsu dan itu salah dalam Islam. Dan manusia adalah tempatnya salah kelak kita bisa kecewa dengan idola kita. Namun merasakan semangatnya, ghirah untuk menjadi pembeda itulah yang saya cari. Saya yakin oanjng perjuangan Bu Septi dan Pak Dodik mensosialisasikan ide Ibu Profesional ini. Hingga saat ini kalimat sumbang pun masih terdengar. 

Pun bukan karena mendewakan gagasan yang ada didalam Ibu Profesional, karena ini adalah hasil pemikiran manusia tentulah tidak sempurna. Namun selama ini sesuai kaidah Al Quran dan sunnah, bagi keluarga kami sudah masuk syarat diterimanya sebuah gagasan sebagai inspirasi keluarga kami. 

Saya lanjutkan pengalaman worshop kemarem ya,,,

Meski sesi tanya jawab terakhir namun aoa yang dijelaskan pak Dodik dan Bu Septi sangat mendalam. Berikut resume tanya jawab yang sudah dihimpun oleh lagi-lagi Bunda Ika Nurmaya

_________________________

Bu Septi

Berikan proyek pada tahap pralatih sebelum 9 th, proyek hanya dlm hitungan hari, semua anggota keluarga ikut berpartisipasi.

Ex: proyek sarapan sehat selama seminggu, adik umur 2 th yg bagian membuang sampah, tidak apa2 berceceran.

Golden rules, cara efektif pak dodik kalau marah dari wajahnya sdh kelihatan, ia diam.

Lalu jika saya/ bu septi marah, saya biasa mengomel, maka biasanya pam dodik berikan air untuk saya kumur.

Untuk monitoring proyek, maka evaluasinya  setiap minggu adalah:

  1. Sdh melakukan apa?

  2. Sdh sukses apa?

  3. Minggu depan mau sukses apa?

Lalu kami melakukan false celebration setiap bulan merayakan kesalahan, harus ada yg mencatat setiap cerita/ bibi titi teliti u membantu mengingatkan ttg rencana2 yg sdh pernah dicanangkan.

Untuk buku yg jadi refferensi literasi keluarga bu septi dan pak dodik, biasanya pak dodik yg membaca buku, lalu bu septi diceritain oleh pak dodik.

Buku pertama adl Toto Chan, lalu berpikir dan berjiwa besar, lalu buku2 ttg pendidikan , pendidikan kaum tertindas, baik model, jenis.

Buku2 yg disukai pak Dodik adalah sosialis agama, biografi moh hatta, sutan syahrir, buku strategic planning for non profit organization, mendidik anak berbakat, buku ttg parenting nabawi 4 khalifah.

Kata umar jika anak berbuat salah tegur dan jangan tulis kesalahan itu. Jika ankmu berbuat benar, puji dan tulis kebaikaannya itu.

Parenting Abu Bakar lebih lembut dlm mendidik anak.

Tujuan umum adalah visi, sdgkan tema adalah jalan u mencapai tujuan tsb.

Contoh: saat elan usia 7 th, proyeknya adl berbagi kartu nama, tiap minggu ditanya sdh berbagi kartu nama berapa, sdh dapat brp

Menentukan tujuan antara anggota keluarga, pilih masing2 tujuan yg bisa dikerjakan bareng2.

Dengan berlatih bermain bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas brg, maka akan semakin banyak tujuan kita

Untuk anak 8-12, adalah anak2 yg merasa benar sendiri, maka kita harus mjd pendengar yg baik, jadi sahabat yg baik. Mema g harus mereka spt itu, krn sdg muncul keakuannya.

Harus kita berhasil melatih diri sendiri untuk Bisa mjd sahabat anak.

Pak dodik

Ortu harus bermain peran, yaitu sbg ortu, teman dan adik ( kita yg butuh mereka).

Pada usia 11-14 anak sdh tidak suka dinasehati, maka kita hrs mjd temannya.

Jika ia sdh usia 14-21 maka kita sbg partner saja, ibu bisa bantu apa, ayah bisa bantu apa.

Jadi FSP ini mjd pendidikan pd anak2, shg kita ortu jadi tahu bgmn cara membantu anak2 kita u mencapai cita2 nya. FSP adl doa, krn pengalaman saya apa yg sdh ditulis di saat lalu ternyata dikabulkan/ terwujud. Maka kita akan sering bersyukur, krn tahapan yg kita tulis ternyata Allah wujudkan.

Keinginan kita u mewujudkan yg terbaik u pasangan dan anak2 kita, maka akan tertulis jelas, dan bisa dievaluasi di FSP.

Bu Septi

Yg single, buatlah personal strategic planning, yg punya komunitas buat community strategic planning

_________________________


Sepulang dari workshop FSP rasanya seperti HP yang baru di charge full. Saya langsung mencoba mendiskusikan dengan suami untuk menyusun FSP kami, mulai dari nama, tujuan, posisi kita saat ini. Ternyata suami saya sempat mengikuti materi meski dari luar ruangan sambil menggendong anak saya.

Gambaran peta hidup kami mulai nampak. Namun ternyata memang benar bukan hal yang mudah, bukan sehari atau dua hari kita menyusun FSP mungkin dalam hitungan tahun tergantung seberapa cepat kita mau belajar dan serius. Belom bisa sharing FSP kami karena kami masih menyusunnya. Semoga kelak bisa sharing lebih lanjut. 

Sebagai follow up dari workshop FSP, suami saya membuat WAG yang tentu isinya cuma kami berdua namun isinya adalah hanya untuk membicarakan perkembangan FSP kami, segala ide-ide. Suami saya membuat sebuah kartu kontrol untuk salah satu project family yang dia buat, semoga terus berjalan dan berkembang lebih baik. 

Advertisements

Tempat Parkir, Penutup Pintu Rejeki


Ini bukan analogi, ini tulisan memang tentang tempat parkir yang ternyata bisa jadi penutup dan pembuka pintu rejeki

Sering nggak, kita mengalami kesulitan mencari tempat parkir, di daerah padat pertokoan? Sering pakek banget ya.

Sering nggak, kita parkir kendaraan di depan toko yang bukan tempat tujuan kita? Sering juga kan ya? Sama kalau begitu 😊

Sering nggak, ada perasaan sungkan sudah parkir di depan toko yang tidak menjadi tempat kunjungan kita? Sering kan ya, nggak enak gitu rasanya. 

Sering nggak, pada akhirnya meluangkan waktu untuk beli di toko dimana kita memarkirkan kendaraan, padahal sebelumnya tidak ada rencana untuk beli barang di toko itu? Sering ya, itung-itung bagi rejeki, rasa terimakasih, menutupi rasa sungkan kita tadi. 

Sayangnya tidak semua orang menyadari hal ini.

Siang ini, saya dan anak saya membeli jus buah di toko langganan. Letaknya didaerah pertokoan kecamatan Kebomas yang tidak pernah sepi. 

Mula-mula saya parkir di depan toko tambal ban yang selang satu toko dari toko jus buah, karena mau sekalian pompa ban motor saya. Hehe masih enak bikers saya. Ternyata tutup tokonya, yasudah saya berdoa ban motor aman sampai dirumah. 

Agar tidak terlalu jauh saya geser sedikit tempat saya memarkir motor. Saya perhatikan toko di depan tempat saya parkir, rupanya toko ini jual plastik dan gula, karena tokonya gelap dan meletakkan dagangan agak masuk jadi tidak nampak dari luar. Sepertinya, nanti mampir beli gula disini. Wah enak ney bisa dapat toko langganan gula disini, bisa belanja sambil beli jus, pikir saya begitu.

Seorang bapak-bapak mengamati saya memarkir motor, dan menyapa saya “arep tuku opo mbak?” (Mau beli apa mbak)

“Beli jus pak” balas saya senang karena sudah disapa. Kemudian bapak ini mengibaskan tangannya memberi isyarat agar saya memindahkan motor saya sambil memalingkan muka. 

Sempat saya berpikir beberapa detik, o saya disuruh pindah, aka diusir rupanya. Wah sudah geer disapa pemilik toko ternyata disuruh pindah hehe. Akhirnya saya pindah motor ke depan toko jus dengan berdesakan dengan motor yang lain. 

Singkat cerita saya sudah selesai dan beli jus di toko tersebut. Diperjalanan pulang saya baru ingat tadi seharusnya saya beli gula di toko sebelah toko jus tadi. 

Saya berpikir, seandainya si bapak dengan legowo meminjamkan parkiran barang beberapa menit mungkin ada rejeki yang mampir padanya lewat saya. Wah saya jadi perasaan enggan mendekati toko tersebut. 

Lalu saya amati toko-toko di sepanjang jalan ternyata memang ada beberapa toko yang memasang pembatas parkir untuk tokonya. Saya mencoba menggunakan pola pikir penjual toko. Mungkin mereka berpikir jika tidak ada lahan parkir maka orang enggan untuk datang dan membeli. Saya setuju dengan hal ini.

Namun saya berpikir kembali menggunakan pola pikir konsumen. Seorang konsumen ketika membutuhkan sesuatu dan dia tahu dimana mendapatkan barang tersebut, meskipun harus parkir lebih jauh dia tidak akan keberatan, bahkan sampai parkir di toko sebelah nya membayar parkir plus ongkos sungkan, dengan membeli barang tempat dia parkir. 

Nah ketika seseorang parkir di depan toko kita, mereka melihat etalase kita, barang apa saja yang ada disana, ini adalah proses edukasi kepada konsumen mengenai barang yang kita jual. Konsumen yang berdiri di depan toko kita jaraknya sangat dekat dengan etalase kita dan besar kemungkinan mereka mengamati apa yang kita jual. 

Lalu bagaimana membuat mereka yang numpang parkir ini akhirnya membeli? Salah satunya dengan kesungkanan hehe. Alih-alih kita mengusirnya dan berdampak seperti saya tadi enggan mampir dan artinya tidak mau beli, apalagi kalau tokonya ditulis di medsos hehe but I won’t, kenapa tidak kita sapa. “Mau cari apa mbak?” Dengan senyum 😊. Jika dia tidak mau membeli barang ditempat kita saat itu mungkin saat lain saat dia membutuhkan. Atau tawarkan new arrival atau barang yang sedang promo saat ini. “Lagi diskon pasmina mbak, mungkin mbaknya perlu untuk kondangan” klo lagi musim kondangan 😊. Sepertinya menyapa seperti itu lebih baik ya, untuk kesehatan jiwa kita kesehatan jiwa calon pelanggan, dan siapa tahu tiba-tiba Allah menitipkan rejeki kita pada pelanggan yang tidak kita duga. 

Renungan Senin

Ketika SMA dulu dalam kajian di sekolah kami diterangkan perihal ghazwul fikr atau perang pemikiran. Dan bagaimana kita dilenakan dengan adanya hiburan. Food, fashion, film saat itu. 

Bagiku semua informasi itu, ah masak sih! 

Satu dekade terlewati nampaklah wajah-wajah yang terlena. Tak sempat mengkaji Sirah Nabawiyah maka pemain film pemain musik mereka idolakan bagaikan dewa. Atau mungkin sempat mengkaji namun satu dekade adalah waktu yang lama sehingga Rasulullah pun terpinggirkan dari hatinya. 

Film dan film adalah hiburan terbaik. Dan lembaran Qur’an tak lagi menarik hati. Akalnya ingin sekali menggapai kitab suci namun hatinya seakan berat. Ada apa dengan hatinya? 

Kian tahun generasi seperti ini tak berkurang namun kian bertambah. Karena senjata ghazwul fikr kian canggih. Bisa digenggam bahkan dibawa kemana-mana. Smartphone yang tak pernah lepas dari genggaman.

Kali ini mungkin bukan lagi segala macam hiburan mempengaruhi hidupnya namun memperbudak hidupnya. Lahirlah generasi yang bangga disebut sebagai generasi micin. Bangga akan ketidak pedulian kepada sesama. Bangga akan hidupnya yang senang-senang dan senang-senang. Salah satu yang mereka benci adalah orangtua. Karena dianggap nya tidak mengerti keinginan mereka. Yang mereka pedulikan hanya dirinya sendiri. 

Mungkin mereka sudah tidak sempat menyelamatkan diri dari cengkraman si gadget.

Mengembalikan keadaan menjadi sedia kala sungguh tidak mudah. 

Menjadikan kehidupan yang organik (mungkin bisa dibilang begitu) Tidak menggunakan gadget dibilang tidak mungkin, udik, kampungan, muluk-muluk. Dianggapnya terlalu keras pada diri sendiri. Atau mereka lupa dunia luar lebih keras menghantam diri kita secara diam-diam?

Lelah babak belur dan kadang mengeluh ingin menyerah. Sudah lah nasib jadi generasi micin ya sudahlah…begitukah? 

Tapi saat hati ini sakit merintih sendiri, fisik ini lelah tak mampu berdiri. Ada saja tangan-tangan yang menggapai anganku. Yang kata mereka fatamorgana. Menjadi optimisme dalam diri.

Peradaban yang lebih baik bisa terbentuk. Menjadikan anak sholeh dan Sholehah bisa kita lakukan. 

Liya Dewi

Sebuah renungan tentang kehidupan saya dan disekitar saya. Maka klo ada yang perlu tersinggung dgn tulisan ini adalah saya sendiri

Apa itu Me Time?

Ahad ini, jam ini, aku sendiri.

Suami snorkling di Menjangan anak maen dirumah Kung dan Uti nya yang jaraknya 5 menit dari rumahku.

Kata orang ini me time. Waktu untukku sendiri dan aku bisa melakukan apapun sendiri. Waktu yang diharapkan banyak orang. Waktu yang membuat bahagia karena bebas tanpa ada rasa beban. 

Tapi disini aku jadi tau apa makna me time untukku. Jika Me Time adalah waktu dimana kita sendiri dalam arti seorang diri secara fisik mungkin memang bisa dibilang momen ini adalah me timeku. 

Tapi bagiku Me Time adalah waktu dimana aku bisa mengeksplor diriku. Bagiku aku bisa mengeksplor diri ketika suami dan anakku berada di sekelilingku. Tetap belajar dan berkarya dengan tetap menemani mereka adalah eksplorasi yang seutuhnya bagiku. Karena menjadi mampu melakukan semua itu dalam satu waktu atau orang bilang multitasking adalah masalah jam terbang. Maka semakin sering aku berada dalam kondisi yang memaksaku menjadi multitasking adalah cara yang tepat untuk mengeksplorasi diri.

Terlahir sebagai wanita, fitrahku adalah kemampuan mengasuh, maka segala ilmu pengetahuanku di dunia pendidikan dengan cepat melaju mengalir dan mengeluarkan ide-ide baru seputar pengasuhan. Seolah fitrah dan pengetahuan adalah teman akrab yang sudah lama tak bertemu. Jadi Me Time ku adalah mengembangkan diri dengan tetap berada di sekeliling mereka. 

Klo pun aku harus pergi meninggalkan mereka haruslah untuk hal yang amat mendesak dan tidak dalam waktu lama.

Seperti kajian setengah hari jika lebih dari satu hari maka anak suami pun akan aku ajak. Karena Me Time ku adalah belajar. Belajar menjadi diriku yang lebih baik perlu melibatkan anak dan suami karena mendidik itu butuh satu desa, begitu juga dengan mendidik seorang ibu. 

Dan sekarang aku rindu Me Time ku. 

Trimester Awal

Trimester awalku kini nggak jauh beda sama yang dulu. Semakin hari semakin mual. Mualnya semakin nggak kenal waktu, nggak kenal ketemu makanan enak atau nggak, nggak kenal orang baik wangi atau kecut. Tapi aku bersyukur karena sekarang aku punya banyaaak waktu untuk  throwback….

Tiga tahun yang lalu waktu aku mengandung Azzam, aku masih kerja dan nyambi kuliah pascasarjana. Aku tinggal di kos bareng temen-temen kantor. Suamiku di Cilacap. Yes, long distance marriage dan alhamdulillah dititipin Azzam di perut. Dan yah trimester awal dengan keadaan seperti itu sungguh AMAZING DUDE!

Di trimester awal aku nggak bisa makan apa-apa. Iya semua keluar lagi, byasanya setelah pulang kantor sekitar jam setengah enam sore. Padahal pulang jam segitu adalah aib buat tempat kerja aku dulu. Aku pulang dan muntah-muntah. Muntah sampai nggak ada yang dimuntahkan dan lemes sendiri di kamar, secara temen-temen masih pada di kantor. 

Semakin hari aku nggak bisa ngebauk aroma orang dewasa. Padahal di kantor ketemu banyak orang. Padahal mbak dan mas nya wangi-wangi dan cantik mbak-mbak nya, tetep aku muntah bisa pagi siang atau sore. Betapa berisiknya aku di kantor ya. Semoga Allah membalas kesabaran temen-temen sekantor aku dulu dengan hal yang lebih baik dari Allah. 

Makan. Aku nggak bisa makan apa-apa kecuali susu hamil yang aku muntahin cuma itu. Byasanya tiap jumat, pas cowok-cowok kita cewek-cewek main ke mall sebelah buat jajan. Temen-temen aku pada jajan dan aku cuma ngliatin dengan tatapan ngeri nggak tahan baiknya makanan. Karena saran temen-temen akhirnya aku beli ice cream. Finally sebelum balik ke kantor mereka nungguin aku yang lagi di kamar mandi. Ngapain lagi klo bukan… Ya ice cream aja kluar semua. 

Aku nggak ada waktu buat screening gizi yang aku makan. Waktu itu yang pikirkan, yang penting aku makan meski akhirnya kluar lagi. Sampai trimester awal terlewati. Ini bukanlah cara yang terbaik tentu! Tapi itu yang terbaik yang bisa aku lakukan dengan kondisi seperti itu. 

Dan sekarang aku dirumah, bisa selonjoran waktu mual. Sambil liat tingkah anakku yang lucu yang adaaa aja. Aku nggak pernah muntah cuma sebatas mual. Aku bisa screening gizi yang masuk dalam tubuhku. Fokus tidak terpecah belah. Seberat apapun hari ini, aku merasa beruntung karena ini sudah lebih baik dari hariku yang kemarin. 

Dan karena aku tau berat menjadi ibu sekaligus bekerja maka aku sangat senang klo ada temen-temen yang memilih fokus dirumah bersama keluarga. Dan karena hal yang sama juga, aku sangat menghargai temen-temen yang masih bekerja sekaligus menjadi ibu. 

Dan karena hal yang sama juga, aku merasa sangat sakit hati klo ada yang bilang “menjadi ibu rumah tangga lebih mulia dari ibu bekerja”. Kebayang nggak sih susah payah mengandung sambil kerja, dan menyusui sambil kerja terus ada yang bilang kayak gitu. 

Kita nggak tahu perjuangan yang mereka hadapi dan kita nggak tahu apa yang Allah kehendaki.

QS Al-Baqarah : 119 – Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.

Bashiran wa nadhiran, berita gembira dan peringatan. 

Itulah yang seharusnya kau gunakan jika ingin mengajak seseorang ke jalan Allah. Berikan peringatan tentu boleh, jangan lupa dengan kabar gembira. Karena secara fitrah itulah tugas manusia di bumi. 

Khitan Pada Anak Perempuan (Wawasan dari Segi Medis)

Perhatian ini bukan tulisan pro ato kontra tentang khitan bagi perempuan yaaaa. Jadi dibaca yang lengkap biar paham.

Buat yang masih belum sempet baca semua, ini aku kasi highlighter nya

Highlight pembahasan
1. Klasifikasi FGM menurut WHO

(i)    pemotongan “preputium” dengan atau mengiris/menggores bagian atau seluruh klitoris; 

(ii)    pemotongan klitoris dengan disertai pemotongan sebagian atau seluruh labia minora; 

(iii)    pemotongan bagian atau seluruh alat kelamin luar disertai penjahitan atau penyempitan lubang vagina (infibulasi); dan 

(iv)    tidak terklasifikasi, yakni: penusukan, pelubangan, pengirisan atau penggoresan terhadap klitoris dan/atau labia, pemotongan vagina, pemasukan bahan yang bersifat korosif ke dalam vagina.

2. Yang dilakukan di Indonesia adalah yg (i) sedangkan di Afrika (ii)/dan (iii)

3. Berdasarkan penelitian di Afrika bahwa banyak dampak buruk dari FGM maka thn 1996 kluar pelarangan FGM dari WHO

4. Karena ada pelarangan itu Keluar Fatwa MUI tentang khitan pada anak perempuan, yg menjelaskan bahwa perlunya khitan pada anak perempuan

5. Tanggapan Kemenkes ataa Fatwa MUI itu Tahun 2010 keluar Permenkes tentang dibolehkannya FGM, isinya tentang tata cara FGM yg benar yaitu  seperti poin (i), perlindungan terhadap tenaga medis yg melaksanakan FGM meski tdk ada indikasi medis

Lebih lengkapnya dibaca ya resume kulwapnya, dibacaaaa

————————–

Assalamu’alaikum ayah bunda se indonesia.


Insya Allah kita akan berbincang santai tentang sunat pada anak perempuan, ditinjau dari pandangan medis.

Kuliah whatsapp ini akan dilaksanakan paralel di 3 group, yaitu group utama dan group relay yang terdiri dari relay whatsapp dan relay telegram.

Group utama akan dipandu oleh ende (nd) yang akan diforward ulang di group relay oleh neo (whatsapp) dan dr. Uthie (telegram).

Sebelum kulwap kita mulai, saya akan memperkenalkan narasumber kita ya.

Nama: Dr. Krisna Adhi Nugraha
Panggilan: dr. Krisna
Kuliah : FK Unissula 2002 – 2008
Dan saat ini sedang studi untuk spesialis anak di FK Unsri/ RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang 2013-sekarang.

Nama: dr. Rosadi Putra, SpU
Panggilan: dr. Rosadi
Kuliah di  Praktek di Fakultas Kedokteran Unpad, lulus tahun 2015 sebagai spesialis urologi.
Saat ini praktek RSUD ciawi dan RS melania bogor.

Obrolan kita kali ini akan mencakup:
– Apa itu sunat perempuan?
– Perlu kah perempuan di sunat?
– Apa kebaikan yang diperoleh dari sunat dan apa keburukan yang mungkin terjadi bila tidak disunat?
Yang akan disampaikan oleh dr. Krisna
Dan
– Praktek sunat perempuan di indonesia
– Anjuran medis dalam memelihara kesehatan kelamin bayi dan anak perempuan
Yang akan disampaikan oleh dr. Rosadi, SpU

Kuliah whatsapp kali ini diselenggarakan secara gratis dan tidak membawa kepentingan dari pihak manapun.

Narasumber menyampaikan ilmu yang dimiliki tanpa imbalan apapun, semata-mata karena ingin menyampaikan ilmu yang dimiliki oleh narasumber.

Kami, tim admin, pun tidak membawa nama komunitas atau organisasi manapun, semata-mata karena ingin bersama-sama mencari ilmu dan informasi.

Tata tertib peserta kuliah whatsapp:
– Berniat mencari informasi sunat pada anak perempuan dari sisi medis
– Mengikuti peraturan yang berlaku
– Tidak menyelak chat saat narasumber menjelaskan
– Bertanya pada sesi tanya jawab

Jika ada pertanyaan, silahkan boleh disampaikan melalui wapri, yang nanti akan diumumkan no hp wapri pertanyaan pada jam 13:45, dan pertanyaan akan dipilih untuk di sampaikan di group.

Insya Allah pemaparan akan dimulai jam 13.00, dan akan ada sesi tanya jawab setelahnya.

Sampai jumpa pada diskusi jam 13.00 nanti, semoga bermanfaat.

Assalamu’alaikum wr wb
Dengan mengucap bismillahirrahmaanirrahiim, mari kita mulai kuliah whatsapp kali ini ya

Sebelumnya saya mau mengajak teman teman untuk meluruskan niat untuk mencari ilmu dan informasi.

Saat ini dokter krisna sudah siap di palembang untuk memberikan paparan tentang sunat pada anak perempuan.

Sementara dokter rosadi sedang tindakan, mohon doanya agar berjalan lancar, dan akan bergabung setelah tindakan selesai.

Untuk itu, mohon perkenan dr krisna agar dapat memaparkan, apakah sunat pada anak perempuan?

📌Untuk itu, mohon perkenan dr krisna agar dapat memaparkan, apakah sunat pada anak perempuan?


👨‍⚕Terimakasih atas kesempatannya. Assalamu’alaikum wr wb.
Sunat pada perempuan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan praktik yang melibatkan pemotongan alat kelamin luar wanita. Adapun “istilah” lain yang biasa digunakan untuk prosedur ini antara lain mutilasi genital wanita (FGM) atau operasi genital wanita.
dalam terminologi internasional, dipakai istilah Female Genital Mutilation (selanjutnya kita sebut dengan FGM). Istilah ini dipakai oleh WHO sampai dengan saat ini.

📌Maksudnya female genital mutilation itu gimana, dok? Mungkin bisa dijelaskan bagian yang disunat dan proses sunat pada anak perempuan.


👨‍⚕jadi ada berbagai macam metoda yang dikategorikan sebagai FGM, WHO sendiri pada tahun 1996 membuat klasifikasi mengenai FGM

👨‍⚕Klasifikasi FGM menurut WHO
(i)    pemotongan “preputium” dengan atau mengiris/menggores bagian atau seluruh klitoris;
(ii)    pemotongan klitoris dengan disertai pemotongan sebagian atau seluruh labia minora;
(iii)    pemotongan bagian atau seluruh alat kelamin luar disertai penjahitan atau penyempitan lubang vagina (infibulasi); dan
(iv)    tidak terklasifikasi, yakni: penusukan, pelubangan, pengirisan atau penggoresan terhadap klitoris dan/atau labia, pemotongan vagina, pemasukan bahan yang bersifat korosif ke dalam vagina.

👨‍⚕ di gambar A, dijelaskan bagian mana yang dilakukan pemotongan pada klasifikasi (i), gambar B merupakan hasil akhir dari tindakannya.

gambar C menerangkan bagian mana yang terlibat dalam klasifikasi (ii) dan gambar D merupakan hasil akhir dari tindakannya.

sedangkan gambar E dan F menerangkan prosedur pada klasifikasi (iii) dan hasil akhirnya.

klasifikasi (iv) tidak ada dalam ilustrasi.

💁🏻 moderator :

Yang paling umum dilakukan yang mana, dok?

👨🏻‍⚕ dr krisna :

bila kita berbicara di Indonesia, maka bisa dikategorikan ke dalam klasifikasi (i), adapun tindakan FGM klasifikasi (ii) dan (iii) pada anak, dijumpai di daerah Afrika

👨🏻‍⚕dr. krisna:

untuk klasifikasi (iii) sendiri, bentuk yang paling berat dari FGM, kebanyakan dilakukan di daerah Sudan dan Somalia

👨🏻‍⚕dr. krisna:

sebagai pengetahuan, bentuk FGM di Afrika memang berbeda dengan yang lazimnya kita jumpai di Indonesia.

dimana dijumpai FGM klasifikasi (ii) dan (iii), yang mana dalam penelitian, menimbulkan dampak negatif baik jangka pendek maupun jangka panjang.

kami bisa berikan beberapa hasil penelitian mengenai FGM (di Afrika)

dalam jurnal tahun 2008 ini, disebutkan bahwa sebanyak 130 juta perempuan di seluruh dunia mengalami FGM, dengan populasi terbesar di Benua Afrika dan Asia. Disampaikan juga mengenai komplikasi jangka pendek dan jangka panjang dari FGM ini

💁🏻 moderator :

Komplikasinya apa, dok? Boleh dipaparkan?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Baik. ada banyak jurnal yang membahas mengenai tindakan FGM dan komplikasinya, beberapa saya paparkan disini

👨🏻‍⚕dr. krisna:

disini juga dibahas mengenai hubungan FGM dengan psikoseksual

👨🏻‍⚕dr. krisna:

dalam jurnal ini, dari 871 perempuan Gambia yang mengalami FGM, sebanyak 299 perempuan (34%) mengalami komplikasi

👨🏻‍⚕dr. krisna:

yang mana komplikasi terbanyaknya adalah berupa infeksi

👨🏻‍⚕dr. krisna:

dan dari penelitian ini, disebutkan bahwa FGM memiliki kontribusi meningkatkan angka kematian bayi (pada masa perinatal) sebanyak 1-2 bayi per 100 kelahiran

👨🏻‍⚕ dr. krisna:

berdasarkan hal-hal tersebut, maka WHO pada tahun 1996 mencetuskan suatu gerakan internasional untuk menghentikan tindakan FGM

👨🏻‍⚕dr. krisna:

di Indonesia sendiri, pada tahun 2006 dikeluarkan Surat Edaran Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK 00.07.1.31047a, tanggal 20 April 2006 tentang Larangan. Petugas Kesehatan untuk Medikalisasi Sunat Perempuan.

namun setelah dilakukan pengkajian lebih lanjut, Menteri Kesehatan pada tahun 2010 mengeluarkan Permenkes mengenai Sunat Perempuan.

👨🏻‍⚕dr. krisna:

dengan demikian, yang berlaku pada saat ini adalah Permenkes tersebut, yang di dalamnya mengatur mengenai tatacara sunat perempuan

💁🏻moderator :

Jadi perlukah dilaksanakan sunat pada anak perempuan?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

ada berbagai macam motivasi mengapa dilakukan sunat perempuan, antara lain agama dan sosiokultural.

sampai dengan saat ini, memang belum ada penelitian mengenai manfaat sunat perempuan dari segi kesehatan.

di negara barat, praktik FGM dianggap ilegal.

hal ini berbeda dengan sunat pada laki-laki, dimana American Association of Pediatrics sendiri memiliki Satuan Tugas (Task Force) yang khusus membahas mengenai sunat laki-laki.

namun, di Indonesia, masalah sunat perempuan ini secara khusus telah dibahas oleh MUI

👨🏻‍⚕ dr. krisna :

jadi mengenai perlu atau tidaknya dilakukan sunat perempuan, bisa dikembalikan ke orangtua masing-masing. bila memang menghendaki dilakukan, ada aturan hukum yang melindungi (Permenkes), selama dilakukan dengan tata cara yang baik dan benar

💁🏻moderator:

Tata cara yang benar itu seperti apa, dok?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

tatacara ini dibahas dalam pasal 4 Permenkes tersebut.
yakni sebagai berikut:

💁🏻moderator:

Apakah itu seperti tipe (i) dok?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

bisa dimasukkan ke dalam klasifikasi (i)

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Jadi mungkin bapak-ibu mendengar mengenai gerakan anti-FGM. Yang kami paparkan tadi adalah latar belakang pelarangan FGM dan perbedaan antara FGM di Afrika dan sunat perempuan di Indonesia

💁🏻moderator:

Apakah dengan klasifikasi (i) ini memiliki resiko infeksi juga?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

semua tindakan kedokteran tentu ada resiko. namun bila dilakukan dengan tenaga yang terampil dan metoda yang benar, kita harapkan resikonya rendah

💁🏻moderator:

Apa kebaikan yang diperoleh dari sunat pada anak perempuan dan apa keburukan yang mungkin terjadi bila tidak disunat?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

mengenai manfaat, kami coba melakukan penelusuran di jurnal/ tulisan ilmiah, namun sampai saat ini belum menemukan tulisan yang membahas mengenai manfaat (yang sudah terbukti) secara ilmiah.

adapun latar belakang mengapa dilakukan FGM sendiri, kebanyakan berdasarkan kepada keyakinan Agama maupun sosiokultural.

begitu pula mengenai keburukan bila tidak dilakukan FGM/ sunat perempuan. kami belum menemukan literatur medis mengenai masalah ini.

💁🏻moderator:

Kalau dari ikatan dokter anak indonesia, apakah lebih menyarankan melakukan sunat pada anak perempuan?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

dari IDAI sendiri belum ada rekomendasi mengenai sunat perempuan

💁🏻 moderator:

Kalau begitu, indikasi medis apa yg membuat anak perempuan perlu di sunat, dok?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

tidak ada indikasi medis, di dalam pasal 3 Permenkes disebutkan sebagai berikut:

💁🏻moderator:

Sehubungan dr rosadi masih tindakan, kita lanjut dengan dr krisna untuk mgembahas tentang praktek sunat perempuan di indonesia ya.

Untuk praktek sunat anak perempuan di indonesia bagaimana, dok?

Apakah masih sangat perlu untuk dilakukan?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

di Indonesia, tindakan sunat perempuan ini berkaitan dengan ajaran Agama. Dan oleh sebab itu, adanya larangan FGM dari WHO, ditindaklanjuti hingga ke MUI, dan lahirlah fatwa MUI tersebut. Mengenai perlu atau tidaknya, karena tidak ada (atau mungkin belum ada) indikasi medis pelaksanaan sunat perempuan, maka sebagai tenaga medis, kami mengembalikan kepada orangtua.

adapun menyikapi Fatwa MUI, dikeluarkanlah Permenkes tadi, untuk memberikan perlindungan bagi tenaga medis yang melakukan sunat perempuan, sekaligus memberikan pedoman mengenai tata cara sunat perempuan yang baik dan benar.

💁🏻moderator:

Pada usia brp sebaiknya dilakukan sunat pada perempuan?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

sampai dengan saat ini tidak ada rekomendasi yang jelas menyebutkan kapan waktu pelaksanaan. namun lazimnya dilakukan pada usia di bawah 1 tahun.

meski bergantung juga dengan budaya setempat, karena ada beberapa literatur yang menyebutkan di daerah tertentu biasanya dilakukan pada usia pre-puber (sekitar usia 8 tahun).

Namun dari sisi medis, anak yang berusia lebih besar tentu memiliki resiko untuk memberontak, dan hal ini tentu berpotensi membuat cedera yang tidak perlu. Demikian.
💁🏻moderator:

Tenaga kesehatan yg bisa dihubungi untuk melakukan sunat, apakah dokter, bidan, atau perawat?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Di dalam Permenkes, disebutkan ketiganya (dokter, bisan, maupun perawat) boleh melakukan tindakan sunat perempuan.

💁🏻moderator:

Untuk klasifikasi fgm no (i). Apakah setelah dipotong ada penjahitan atau luka dibiarkan terbuka dan sembuh sendiri?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Tidak ada penjahitan. Hanya perawatan luka biasa. Demikian.

💁🏻moderator:

Bagaimana cara perawatan pasca khitan? Apakah ada cara khusus untuk merawat bekas khitannya?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Tidak ada cara khusus merawat luka, hanya diberikan povidon iodine paska tindakan saja, selanjutnya tidak ada tatacara khusus.

💁🏻moderator:

Siang dok,

Sehubungan dengan dikeluarkannya permenkes th 2010 ttg sunat perempuan, bagaimana pihak kemenkes mengadakan pelatihan bagi tenaga kesehatan yg disasar untuk menyunat anak perempuan ini, mengingat ada ketentuan agama (dalam hal ini islam ), std profesi dan std pelayanan? Apakah semua nakes bisa, atau hanya bidan saja?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Selamat siang. Dalam Permenkes diatur bahwa tenaga kesehatan yang boleh melakukan tindakan sunat perempuan adalah dokter, perawat atau bidan; memiliki surat izin praktik; diutamakan perempuan. Sepanjang pengetahuan kami, belum ada pelatihan khusus mengenai prosedur ini

💁🏻moderator:

Mau tanya.kalau anak sudah besar umur 6 tahun dan 8 tahun belum sunat gimana?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Bisa saja dilakukan. Tentu dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter/ bidan/ perawat yang akan melaksanakan tindakannya.

💁🏻moderator:

Berarti sunat pada perempuan ini dilakukan kepada pasien yg sadar tanpa bius ya dok.. Apakah bisa dengan menggunakan bius (lokal/total)?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

iya. Dilakukan tanpa bius. Bisa saja dilakukan dengan bius lokal/ total bila ada indikasi.

💁🏻moderator:

contoh indikasinya bagaimana dok?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Bila anak tidak kooperatif/ memberontak, mungkin diperlukan tindakan sedasi ringan

💁🏻moderator:

Kalau anak ada bakat alergi katanya ga boleh bius total, ada historical jd ga bangun lagi.. bener ngga tuh atau sbnrnya aman?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Bila alerginya terhadap obat yang digunakan untuk pembiusan, tentu tidak boleh. Sangat baik bila orangtua menyampaikan apabila anak memiliki riwayat alergi. Karena akan dijadikan pertimbangan pemilihan obat.Namun “bakat alergi” saja, tidak merupakan kontraindikasi mutlak.

💁🏻moderator:

Kontra indikasi pasien wanita tidak boleh sunat?

👨🏻‍⚕dr. krisna:

Karena indikasi medisnya tidak ada (atau mungkin belum ada), maka sebetulnya mungkin bukan “kontraindikasi”, namun pada keadaan bagaimana sunat perempuan tidak dilaksanakan.

Pada keadaan dicurigai adanya gangguan perdarahan (misal hemofilia, atau gangguan faktor pembekuan darah lainnya); pada keadaan infeksi kelamin; atau bila dikuatirkan anak akan memberontak yang berpotensi mencederai diri sendiri. Demikian

💁🏻moderator:

alhamdulillah dr rosadi sudah selesai melakukan tindakan dan siap berbagi ilmu dan informasinya.

dr rosadi, kita langsung saja ya, dari sisi urologi, sebenarnya bagaimanakah anjuran medis dalam memelihara kesehatan kelamin bayi dan anak perempuan?

👨‍⚕dr. rosadi:

Baik. Jadi salurah kemih wanita itu lebih pendek dibandingkan laki2 sehingga mudah terjadi infeksi. Tidak hanya lebih pendek, namun letaknya pun dekat dengan anus.. sehingga mempermudah masuknya kuman apabila tidak apik membersihkannya.

Nah, bagaimana cara menjaga alat kelamin wanita ini sehingga tidak mudah mengalami infeksi.

Dalam hal ini saya menjelaskan tentang infeksi kemih ya.

Pertama, bersihkan daerah lubang pipis dari atas kebawah. Lebih baik pake air mengalir.

Kenapa dari atas kebawah bukan dibolakbalik atau dari bawah ke atas?
Balik lagi ke dekatnya saluran pipis wanita dengan organ disekitanya. Bila dari bawah keatas ada kemungkinan membawa kuman dari anus naik ke saluran pipis. Jadi alirkan air dari atas kebawah.
Satu arah.

👨‍⚕dr. rosadi:

Kemudian, jangan sampe popok atau pembalut basah terlalu lama. Karena menyebabkan daerah kewanitaan menjadi lembab.

Ini juga berlaku buat wanita dewasa yaa.. banyak yang suka pake pantyliner padahal gak sedang haid. Nah ini membuat daerah kewanitaan menjadi lembab dan rentan terjadi infeksi.

👨‍⚕dr. rosadi:

Kemudian jangan terbuai dengan iklan pake sabun ini itu dengan antiseptik untuk daerah kewanitaan.
Akibatnya bakteri yang baik ikutan mati.
Jadi tidak ada penyeimbang bakteri disekitar daerah kewanitaan dan menyebabkan wanita rentan mengalami infeksi.

👨‍⚕dr. rosadi:

Berhubung bahas ttg  cara  membersihkan daerah kewanitaan, sedikit disinggung juga ya yang dewasa. Pencegahan gak beda jauh.

Cuma nitip aja sama ibu2, jangan suka nahan pipis. Seringnya infeksi saluran kemih terjadi abis nahan pipis dalam waktu lama.

Terus jangan malas minum air putih. Sehari minimal 8 gelas.

💁🏻moderator:

jadi yang paling utama adalah telaten menjaga kebersihan dan menjaga asupan minum ya, dok.

👨‍⚕dr. rosadi:

Iya

💁🏻moderator:

kalau dari Ikatan ahli urologi indonesia, bagaimana pandangannya terhadap sunat pada anak perempuan?

👨‍⚕dr. rosadi:

Berdasarkan kolegium tidak ada istilah sunat pada perempuan. Dari sisi medis memang tidak ada indikasinya untuk melakukan khitan pada perempuan.

Toh dari pengalaman saya, tidak perlu melakukan penyayatan apapun pada organ kewanitaan anak. Begitu adanya dari bayi hingga dewasa.

📌penanya:

pertanyaan #3:

Sianh dok. Anak saya perempuan sudah 6 tahun. Dari dia usia 4 tahun, kok sudah ada noda seperti keputihan dan sedikit berbau ya, walau tidak selalu (terkadang hanya karena klo dia kecapean atau kadang, bangun tidur)
Sewaktu kecil dia memang tidak disunat. Berpengaruh tidak ya keputihan itu. Dengan tidak disunat?

👨‍⚕dr. rosadi:

Enggak berhubungan.. keputihan bisa akibat infeksi pada vaginanya.

Secara medis tidak ada hubungan dengan tidak disunat. Tapi ada kemungkinan itu keadaan yang butuh perhatian medis. Ada baiknya dikonsultasikan dengan dokter.

📌penanya:

❓pertanyaan #2:

Siang dok, sy pernah dengar tentang sunat perempuan. Sy g tau ini mitos atau apa. Benarkah KLO wanita yg sudah disunat libido nya rendah. Dan sebaliknya wanita yg blm disunat libidonya tinggi? Bgmana Dr sisi kesehatannya?
Itu saja terimakasih.

👨🏻‍⚕dr. krisna:

ada beberapa penelitian yang membahas mengenai ini, ada yang menyebutkan memengaruhi kehidupan psikoseksual, ada pula yang tidak.
(pic menyusul)



📌penanya:

pertanyaan #1:

Bagaimana tentang pendapat yang mengatakan bahwa:


“Coba kalau kamu bayangkan mrs v yang disobek klitorisnya…  Pipisnya akan tuntas…

Lebih bersih.  Tidak bersisa urine di situ.”

👨‍⚕dr. rosadi:

Mungkin itu beda kasus yaa. Sunat pada perempuan itu gak ada sebenernya.. tidak ada yang disayat.. jadi gak ada hubungan antara disunat atau tidak dengan pipis lebih lancar.

Tapi ada kasus namanya synechia, dmana labia menyatu.. nah kasus yang ini yang harus disayat sehingga terbuka itu saluran kemih dan vaginanya. Sehingga anak bisa pipis dengan lancar dan dapat menstruasi secara teratur.

👨🏻‍⚕dr. krisna:

ada juga kasus Hiperplasia Adrenal Kongenital pada perempuan, dengan klitoromegali.

Pada kasus klitoromegali ini, mungkin diperlukan tindakan bedah, atas indikasi medis. Tapi bukan karena mengganggu proses berkemih. Demikian.

Hiperplasia Adrenal Kongenital itu kelainan bawaan, kalau mengenai perempuan, klitorisnya bisa membesar, sehingga menyerupai penis (klitoris yang ukurannya lebih besar dari normal untuk seusianya).

Nah pada keadaan begini, bisa dilakukan tindakan operasi pada klitorisnya, namun bukan karena mengganggu berkemih.

————————

Versi PDF yang aku buat Khitan Pada Anak Perempuan dan resume Kulwap Khitan Pada Batita Laki- laki klo ini disusun tim kulwap. Silahkan di klik judul resume diatas untuk mengunduh dan dibagikan jika perlu

Pelatihan Metode Tabarak Level 1 (Part 2)

Bismillahirohmanirohim 

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Kita mencatat ilmu agar tidak lupa, dan membaginya agar lebih berkah syukur-syukur jadi amal jariyah. 

Apa yang saya catat disini adalah penjelasan dari yang tercantum di selebaran yang diperbolehkan Syaikh Kamil untuk disebarkan.

Melanjutkan catatan sebelumnya. Di tulisan sebelumnya sudah dijelaskan di Al Qur’an seruan untuk membacakan Al Qur’an (QS Al Isra: 106) dan mempelajari Al Qur’an (QS Al Anfal: 24).

Sebenarnya jika diprosentase selama pelatihan penjelasan mengenai teknis memakan 30% dari keseluruhan waktu pelatihan sisanya mengenai pemahaman dasar-dasar seperti ini. Bagi saya ini tidak mengapa, seperti yang saya pelajari bersama komunitas HEbAT dimana mempelajari fondasi terkait pemahaman dasar kita tentang Islam dan Al Qur’an itu jauh lebih penting karena Al Qur’an ini lah yang nantinya akan menuntun kita sehingga perkara teknis tidak lagi membingungkan, insyaAllah.

Target
Dalam menghafal harus ada target. 
Ciri-ciri target
1. Target ini harus bersifat spesifik, terukur dan jelas. 
2. Dapat terukur dan realistis. Maksudnya sesuai dengan kemampuan kita sehingga bukan angan-angan yang tidak mungkin dicapai.
3. Terikat dengan waktu. Misal dalam 4 bulan sudah juz Amma. Atau seperti kata Syaikh Kamil kepada istrinya, “anak-anak harus hafal Al Qur’an sebelum masuk sekolah” karena sebelum mempelajari ilmu yang lain mereka harus sudah mempelajari Al Qur’an.
4. Menerima tambahan. Target yang ada ini untuk terus bertambah. Setelah menghafal Al Qur’an Syaikh Tabarak menambah bacaan qira’ah nya lalu hafalan Hadist dan bertambah terus targetnya. Karena itu adalah rezeki dari Allah.

Planning
Planning ini membantu kita merealisasikan target. Yang perlu diketahui dalam membuat Planning adalah
1. Bagaimana keadaan ku dulu
2. Bagaimana posisi kita sekarang
3. Apa yang ingin saya capai
4. Dengan apa saya bisa sampai pada target tersebut

Kemampuan menghafal Al Qur’an
1. Penglihatan. Hafal dan tau surata dan ayat berepa letaknya di halaman berapa.
2. Pendengaran. Hafal Al Qur’an dengan cara mendengarkan saja seperti kita hafal surat Al Fatihah yang berulang kali dibacakan.
3. Perasaan/ hati. Ketika tahu hikmah didalamnya biasanya dengan pemahaman

Semua orang memiliki kemampuan itu, namun berbeda usia berbeda pula kemampuan nya.

Pembagian usia menurut kemampuannya dalam menghafal dan memahami Al Qur’an
1. Dalam perut ibunya. Dengan pendengaran nya. 
2. Usia 0 – 7 tahun. Kemampuan yang besar dalam menghafal meskipun dia belum bisa berbicara. Salah satu contohnya dia bisa menghafal bau orang tuanya, suara orang tuanya. 
3. Usia 7 – 25 tahun. Kemampuan untuk menghafal dan memahami isi Al Qur’an sangat bagus. Maka pada usia ini dengan menghafal Al Qur’an pemahaman nya menjadi semakin luas. Ingat! Al Qur’an yang menuntun kita. 
4. Usia 25 – 40 tahun. Pada usia ini kurang lebih sama dengan kelompok usia sebelumnya. Pemahamannya semakin bertambah seiring dengan pengalaman yang bertambah. 
5. Usia 40 tahun keatas. Kemampuan menghafal mulai menurun dan  pemahaman bertambah.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang berusia sudah diatas 40 tahun tapi ingin menghafal Al Qur’an? Apakah percuma? 
Yang perlu kita lakukan adalah bersungguh-sungguh, merelakan waktu, uang, dan segala tenaga dalam menghafal Al Qur’an. Allah tidak memberikan ganjaran atas apa yang kita capai tapi apa yang kita usahakan. Karena capaian itu adalah kehendak Allah.

Selanjutnya Syaikh Kamil menjelaskan tentang Prioritas Kerja. Dimana penjelasan ini makan waktu cukup lama. Seluruh peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk mengelompokkan pekerjaan yang termasuk kelompok penting dan mendesak, penting dan tidak mendesak, tidak penting tapi mendesak, tidak penting tidak mendesak. Kami diminta untuk menjelaskan satu persatu dan Syaikh menjelaskan satu persatu lengkap dengan riwayat dalam Al Qur’an dan Al hadist. Sampai sekarang setiap mau melakukan suatu hal terngiang-ngiang diotakku, ini penting nggak ya? Mendesak nggak ya? Klo nggak penting, nggak mendesak, tinggalkan!

InsyaAllah ditulisan berikutnya apa saja contoh-contoh pekerjaan beserta penjelasan dari Syaikh Kamil.