Apa itu Me Time?

Ahad ini, jam ini, aku sendiri.

Suami snorkling di Menjangan anak maen dirumah Kung dan Uti nya yang jaraknya 5 menit dari rumahku.

Kata orang ini me time. Waktu untukku sendiri dan aku bisa melakukan apapun sendiri. Waktu yang diharapkan banyak orang. Waktu yang membuat bahagia karena bebas tanpa ada rasa beban. 

Tapi disini aku jadi tau apa makna me time untukku. Jika Me Time adalah waktu dimana kita sendiri dalam arti seorang diri secara fisik mungkin memang bisa dibilang momen ini adalah me timeku. 

Tapi bagiku Me Time adalah waktu dimana aku bisa mengeksplor diriku. Bagiku aku bisa mengeksplor diri ketika suami dan anakku berada di sekelilingku. Tetap belajar dan berkarya dengan tetap menemani mereka adalah eksplorasi yang seutuhnya bagiku. Karena menjadi mampu melakukan semua itu dalam satu waktu atau orang bilang multitasking adalah masalah jam terbang. Maka semakin sering aku berada dalam kondisi yang memaksaku menjadi multitasking adalah cara yang tepat untuk mengeksplorasi diri.

Terlahir sebagai wanita, fitrahku adalah kemampuan mengasuh, maka segala ilmu pengetahuanku di dunia pendidikan dengan cepat melaju mengalir dan mengeluarkan ide-ide baru seputar pengasuhan. Seolah fitrah dan pengetahuan adalah teman akrab yang sudah lama tak bertemu. Jadi Me Time ku adalah mengembangkan diri dengan tetap berada di sekeliling mereka. 

Klo pun aku harus pergi meninggalkan mereka haruslah untuk hal yang amat mendesak dan tidak dalam waktu lama.

Seperti kajian setengah hari jika lebih dari satu hari maka anak suami pun akan aku ajak. Karena Me Time ku adalah belajar. Belajar menjadi diriku yang lebih baik perlu melibatkan anak dan suami karena mendidik itu butuh satu desa, begitu juga dengan mendidik seorang ibu. 

Dan sekarang aku rindu Me Time ku. 

Advertisements