Kado Pasca Bersalin Anti Mainstream


Selama ini klo ada bayi baru lahir orang-orang akan fokus pada bayi lucu yang baru memasuki dunia barunya bersama kita, ya kan. Jadi ketika ada temen habis lahiran kita langsung fokus bayi baru lahir perlu apa ya. Hunting lah kita barang-barang bayi buat kado. Nggak salah kok. Cuma Ayuk kita intip dari sisi lain yang berbeda.

Sang Ibu yang habis melahirkan. Bayi lucu adalah kado terindah bagi hidupnya, sudah pasti. Coba kita perhatikan ibu yang abis melahirkan perlu apa aja ya. 

1. Baju yang busui friendly

Semua baju lama dipasang resleting di dada biar busui friendly, itu aku dulu haha. Nah kenapa nggak ney kita kasi kado baju baru buat si Momi biar nggak bingung nyari baju busui frindly lagi. Apalagi baju pesta yang busui friendly, biar kondangan nggak mumet di depan lemari lagi. 

2. Barang kesukaannya

Ini adalah momen yang super penting buat si Momi. Gimana nggak berjuang antara hidup dan mati Mom. Jadi sebuah apresiasi dari sahabat-sahabat nya pasti sangat lah menyenangkan. Tas, yang fashionable dan cukup buat barang banyak. Dompet lucu. Buku bacaan kesukaannya. Sepatu klo bisa flat shoes biar nggak capek klo jalan sambil ngegendong. Apa ajalah yang sesuai hobinya. 

3. Voucher perawatan

Boook ini penting banget lah. Si Momi pasti dah lupa sama hal kaya beginian saking fokusnya pakek banget sama si bayi dunia barunya. Saatnya kita sebagai sahabat mengingat kan klo Momi perlu me time biar erus bahagia banyak ASI nya. 

Semua ini tentang mengisi tangki cinta si Ibu. Karena ibu yang bahagia bayi ikut bahagia. 

Saat menengok Ibu pasca lahiran minimalisir menginterogasi Momi nya ya guys. Ucapkanlah selamat dulu. Tanyakan kabarnya sehat kah? Biasanya si Momi akan cerita dengan sendiri nya pengalaman melahirkan tanpa kita menginterogasinya. Tanyakan ada yang masih sakit kah? Biasanya si Momi akan cerita tentang kondisinya, kondisi bayi, dan ASI yang biasanya jadi perhatian sekarang. Lalu terakhir jangan lupa, bibir dan beri semangat bahwa dia mampu menjalani segala tantangan yang dia hadapi. 

Pertanyaan yang menginterogasi bikin si Momi stres guys, stres mempengaruhi cara pengasuhan nya. 

Yuk bantu memperlancar pengasuhan sahabat kita dengan membuat mereka bahagia. Dan membahagiakan orang lain akan membuat dirinya kita ikut bahagia. 

Pelaksanaan Kopdar HEbAT Community Surabaya Raya

Ahad, 23 Juli 2017

Kopdar HEbAT Community Surabaya Raya di Gedung BPPNFI, Surabaya

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an secara hafalan oleh putri Bunda Tina yang sudah menghafal 5 juz daei Al Qur’an. Pembukaan oleh ketua panitia acara kopdar Bapak Yasser kemudian dilanjutkan pengenalan HEbAT Community Surabaya Raya oleh ketua HEbAT Surabaya Raya, Bapak Nur Yahya. Aku pun baru tahu ketuanya Pak Yahya hahaha

Pak Yasser, Ketua Panitia Kopdar

Bapak Nur Yahya, Ketua HEbAT Community Surabaya Raya

Pengurus Pusat HEbAT Community Pusat

Visi HEbAT Community

Kegiatan HEbAT Community

Dokumentasi kegiatan HEbAT Community

Pengurus HEbAT Community Surabaya Raya

Dijelaskan siapa saja pengurus HEbAT Community Surabaya Raya dan apa saja kegiatannya. Klo yang ini aku nggak ikut full lagi ngejar anak keliling gedung. 
Intinya kegiatan HEbAT Community ada belajar online dan offline ada juga CBE, Community Based Education, sarana offline tiap daerah, bisa dijadikan sarana belajar Home Education ataupun sarana bertemu maestro. Saling memberi ruang untuk belajar. Kenapa bisa seperti itu? Ilallah, karena Allah kami bergerak. 

Selanjutnya pemaparan dari Nara sumber kami Ibu Deasy, yang menyempatkan diri berbagi disela-sela agenda mudiknya. Nggak tahu kenapa ya aku klo ketemu inspirator suka grogi, langsung nggak tahu mau ngomong, padahal banyak kesempatan ngobrol huaaa.

Pada intinya beliau menjelaskan bahwa memulai home Education ini tidaklah sulit kita hanya perlu memberikan ruang untang anak-anak untuk berkreasi. Lebih bersabar menghadapi kreatifitas mereka. Beliau pernah bercerita bagaimana anak2 nya pernah jatuh dan bangun kembali lagi berkreatifitas lagi. Dan semu itu memberikan hasil yang bagus berupa berkembangnya fitrah mereka. 

Selain itu para orang tua perlu memahami bahwa anak-anak yang dititipkan pada kita adalah spesial lengkap dengan fitrah kita, dan kita sebagai orang tuanya juga memiliki fitrah yang siap untuk mendidik mereka. Tinggal kita mengembangkan fitrah itu seiring membersamai anak-anak.

Bunda Deasy ini pembawaan nya sabar dan ramah, sama dengan Ayah bunda lainnya yang hadir. Menjalani Home Education membuat kita lebih rileks dan optimis efeknya kita nampak sebagai pribadi yang lebih rileks dan selalu optimis. 

Bunda Deasy, nara sumber

Selanjutnya adalah penampilan member HEbAT Community Surabaya Raya yang memiliki kemampuan lebih dalam bidang menciptakan lagu anak-anak. Anak-anak yang tadinya berada di ruang kids corner diajak masuk kedalam ruang seminar dan bernyanyi bersama. Lagu ciptaan Bunda Upik yang sebelumnya sudah pernah di share di grup WhatsApp sehingga anak-anak member HEbAT Community Surabaya Raya sudah hafal. 
Semoga bunda Upik bisa rekaman dan menyebarkan lagu anak-anak yang bagus dan mendidik yang beliau ciptakan. Aku sudah rinduuuu sekali lagu anak-anak yang baru. Selanjutnya untuk pertama kali seluruh member menyanyikan Swing HEbAT Community ciptaan bunda Upik. 

Selanjutnya seluruh peserta praktek langsung menuliskan potensi anak di kertas Manila besar dengan kertas lipat warna warni. Disini kita tidak hanya diakui tapi juga praktek membuat portfolio anak, merekam aktivitas mereka selama kita membersamai mereka. Sambil tanya jawab dengan Bunda Deasy. 

Beberapa peserta yang sudah selesai menuliskan membacakan hasil tulisannya dan sharing hasil membersamai anak-anak mereka. Salah satu yang berkesan adalah ketika ada member yang bercerita anaknya suka sekali memaksa orang tuanya sholat subuh di masjid secara berjamaah diusianya yang masih dini. Ketika fitrah keimanan yang berkembang dengan baik maka beginilah hasilnya. 

Bunda Deasy juga menjelaskan mudahnya membuat portfolio anak. Beliau menggunakan buku notes saja. Tentu ada beberapa keluarga yang suka mencatat secara online, itupun tidak masalah, yang penting mulai mencatat dan terus mencatat perkembangan anak. 
Acara terakhir adalah halal bihalal, kami bersalaman, ibu-ibu dan bapak-bapak dengan barisan yang berbeda, lalu foto bersama dan makan tumpeng bersama ibu-ibu dan bapak-bapak dengan kelompok tumpengan yang berbeda juga. 
Diluar ruangan utama ada kids corner yang kuas dan ramai dengan berbagai macam mainan anak-anak yang dibawa sendiri. Ditambah game yang sudah disediakan tim KC. Aku melihat bagaimana orang-orang yang paham bagaimana menjaga hati anak-anak, tidak ada nampak lelah apalagi kesal mendampingi anak-anak yang bukan anak-anak mereka dan tanpa bayaran selain harapan besar dengan peradaban yang lebih baik.

Aktivitas anak-anak di kids corner

Aktivitas anak-anak di kids corner

Alhamduliah kami berkesempatan jadi panitia. Jadi kami lihat bagaimana kerja oanitia dibakik layar. Saling menyokong, mendukung, suport, tidak ada saling menyalahkan, semua gercep.

InsyaAllah selanjutnya panitia akan dapat kesempatan belajar secara online dengan Bunda Deasy, karena panitia sibuk sendiri kemaren. 

Dalam acara kopdar seluruh yang hadir menyanyikan Swing HEbAT Community ciptaan Bunda Upik. Klik link dibawah.

Swing HEbAT Community 

Anak Milik Zamannya

Dulu perusahaan ini fokus di telepon rumah sekarang sudah jauh berbeda
Klo sekarang kita pengen punya mobil jangan menitipkan cita-cita yg sama kepada anak kita, sapa tahu ntar mobil udah nggak ada. Adanya Pintu Kemana Saja

Perluas pandangan kita bahwa tujuan akhir kita bukan disini tapi akhirat kelak. Maka cita-cita itulah yang kita sambungkan ke anak-anak kita. Perkara dunia? Anak itu milik zamannya bukan zaman kita .

Menyapih dengan Cinta

Ini kisah kami bertiga.

Malam ini 8 Maret 2017 anakku genap usia 2 tahun. Seolah tahu inilah hari terakhir dia menyusu sejak kemaren hampir 24 jam dia menyusu. Iya, aku sampai kesulitan mandi, makan dan sholat, menangis dan menyusu.

Sore tadi badan sudah kepayahan dan sempoyongan “Ayah Ibu sudah nggak sanggup, please pulang sekarang” WhatsApp message sent.
Kondisi di rumah benar-benar sudah kacau, tidak ada yang beres dan aku kepayahan.

Sampainya Ayah dirumah, serangkaian bunga sedikit mengobati jiwa dan raga yang mulai tidak waras, alhamdullilah besok tepat tiga tahun kami menikah. Kami memutuskan untuk keluar membeli sedikit cemilan pelipur lara.

Jalanan sepi diiringi murrotal dari salah satu stasiun radio kami putuskan ini saatnya anakku harus benar-benar disapih. Sebelumnya kami sudah diskusikan, bagaimana itu menyapih dengan cinta, sounding kepada anak dari berbulan-bulan yang lalu tapi anak seolah belum mau melepas ibunya malah puncaknya begini hari ini. Kami memutuskan membeli gelas cup yang lucu dan nyaman untuk anak persediaan di kamar sebagai pengganti menyusu ASI.

Diperjalanan pulang murrotal masih mengalun kami berdua masing-masing berzikir meminta kemudahan pada Allah. Perjalanan begitu hening dan nikmat. Sesampainya dirumah murrotal langsung kami perdengarkan, agar hati dan pikiran tetap tenang. Kami siapkan susu dan air putih dengan gelas cup lucu yang sudah dibersihkan dengan air hangat. Semua siap anak tidur dengan Ayah. Ibu tidur sendiri di kamar lain dan masing-masing pintu dikunci.

Terdengar tangisan anakku, menggedor-gedor pintu, hati ibu mana yang tidak teriris-iris. Kubuka mushaf dan kupilih Al Baqarah ayat  terakhir sebagai dzikirku malam ini,
رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا
(QS Al Baqarah ayat 286)

sampai lelah dan tak sengaja mushaf tertutup, kubuka lagi dan Allah menunjukkan ku pada satu ayat

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…” (QS Al Baqarah ayat 233)

Allahuakbar, benar ya Allah aku yakin dan aku tahu tapi anakku menangis sudah hampir satu jam salahkah aku…

“….Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian…” (QS Al Baqarah ayat 233)

Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya. Teringat kondisiku hari ini yang kepayahan luar byasa. Diluar sana terdengar anakku yang masih saja menangis, dan aku sedih. Tapi ya Allah, bukankah memang ini tugas kami, salahkah kami menyapihnya sekarang.

“…Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.” (QS Al Baqarah ayat 233)

Allahuakbar, tidak ada satu hal pun yang tidak kita temui jawabannya di Al Qur’an. Aku yakin ya Allah, Engkau tuntun aku maka Engkau pula yang menuntun anakku.

Malam semakin hening tidak lagi ada suara tangisan, aku mengendap-endap ke kamar sebelah dan anakku tidur pulas dengan ayahnya. Basah air mata ini. Dalam sujudku di malam ini ya Allah, aku tidak tahu apa yang terjadi esok apakah anakku akan minta menyusu lagi pada ibunya atau tidak tapi kami bertiga belajar banyak hal malam ini. Sekarang kami paham arti dari menyapih dengan cinta.

Bahwa cinta adalah ketaatan Allah. Cinta adalah penghambaan kepada Allah. Cinta adalah bentuk keberserah diri kepada Allah. Menyapih dengan cinta adalah menyapih dengan mengajarkan anak atas ketaatan kepada Allah. Bentuk taat kepada Allah adalah mematuhk perintahnya bahwa sesuai perintah Allah didalam Al Qur’an, menyusu adalah selama dua tahun. Dan melibatkan Allah dalam setiap usaha termasuk dalam menyapih anak.

Kami tahu ini baru awal tapi ini awal yang luar biasa untuk kami bertiga. Alhamdulilahirabbilalamin.

Senjata Ibu di Medan Perang

Kelembutan identik dengan wanita

Bilamana dia menjadi ibu kelembutan menjadi senjata ampuh disetiap pertempurannya

Sepertiga malam adalah waktu mereka mengisi amunisi

Dzikir pagi dan petang adalah perisainya

Sunnah rawatib, Dhuha dan lantunan Quran adalah suplemen penguatnya

Ke-Istiqomah-an menjadikan senjatanya ini semakin ampuh menyentuh hati setiap insan

Semangat Ibu, karena sebuah peradaban berawal dari kedua tanganmu

Untuk semua Ibu dimanapun kalian berada

Peran Ayah dan Ibu

Sepasang

Seperti sepasang sepatu

Ketika yang satu tidak ada maka tidak berfungsi dengan baik

Jika yang satu tidak ada maka sangat diperlukan pengganti yang meski tidak pernah bisa menggantikan secara utuh

Kanan dan kiri tidak boleh tertukar

Begitulah dengan peran Ayah dn Ibu

Peran keduanya harus hadir lengkap untuk perkembangan anak yang baik

Jika tidak ada salah satunya cari pengganti untuj memenuhi peran yang hilang, bisa dari Kakek nenek, Om Tante atau kerabat yang lain

Peran Ibu yang mengajarkan kelembutan dan Ayah yang mengajarkan ketegasan tidak boleh tertukar, jika masih tertukar maka berusahalah menjadi sebagai mestinya

Seperti sepasang sepatu bila tertukar pasti kurang nyaman untuk dikenakan

Dan tidak ada usaha yang sia-sia