Know, Love, and Rise Yourself

Di pagi yang sendu dimana matahari pun malu-malu untuk menampakkan dirinya, lelah pun menghampiri setelah semalaman begadang menemani permata hatiku yang sedang demam, sebuah tugas rumah pertama menghampiri dari kelas matrikulasi IIP. Barulah saya tahu kenapa disebut Nice Home work, karena bagi saya tidak hanya nice tapi menggairahkan, seperti semangat ditengah lelah, seperti cahaya di pagi yang syahdu.

Tugas ini simpel sebenernya diawali pertanyaan tentang satu ilmu apa yang ingin kita pelajari di universitas kehidupan ini. Entah kenapa bayanganku menuju pada materi belajar di kelas kecilku tentang mengenali diri sendiri. Banyak orang yang bingung akan mengambil peran apa di universitas kehidupan ini karena mereka tidak memahami diri mereka sendiri.

Maka langkah awal yang aku lakukan adalah mencoba menuliskan keinginan atau cita-cita apa saja yang ingin aku capai. Apa saja potensi yang ada dan tidak ada dalam diriku. Hasilnya menjadi sebuah design thinking dan ternyata dari sinilah aku baru memahami kebutuhan ilmu yang perlu ambil di universitas kehidupan ini. 


Ini design thinking yang aku buat sambil menimang anakku yang masih demam. Terdiri dari hobi, yang pertama aku tulis sesuai saran mbak Hepi Risenasari, fasilitator IIP. Lalu cita-cita, passion, ilmu yang dimiliki, weakness atau kelemahan yang dimiliki serta peran yang telah dijalani. Mirip analisa SWOT ya isinya.

Dari sini aku mendapat kesimpulan bahwa kita perlu memahami diri kita (Know Yourself) agar kita bisa menerima diri kita (Love Yourself) lalu berkembang menjadi lebih bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain (Rise Yourself).

Know Yourself

Memahami diri sendiri dengan mengetahui potensi yang kita miliki dan yang tidak kita miliki. Bakat produktif yang bisa dikembangkan. Serta peran yang ingin kita ambil.


Love Yourself

Menerima diri sendiri atas kekurangan yang kita miliki. Fokus pada potensi yang kita punya.


Rise Yourself

Mensinergikan potensi yang kita miliki dan bekerjasama dengan pihak lain untuk membantu kita di bidang yang tidak kita kuasai agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak.


Kembali ke tugas yang aku buat. Setelah mengamati design thinking ini aku tidak bisa mengambil satu ilmu yang ingin aku pelajari karena semua sudah dalam proses aku pelajari tapi ada satu ilmu diluar itu semua yang amat penting bagi saya dan belum saya pelajari adalah Ilmu menjadi Ibu Profesional. Itulah kenapa saya ada disini, menimba ilmu yang tidak saya miliki. Ini bukanlah sebuah bualan tapi ini refleksi diriku. Mengingatkanku alasan kenapa aku harus belajar disini.

Ilmu tidak akan masuk kedalam diri seseorang yang penuh dengan kesombongan, ilmu pun tidak akan menyerap pada diri seseorang yang enggan membaca, bersabar menyimak bait-bait ilmu yang disampaikan para guru. Maka kukosongkan gelasku, aku sediakan waktu, pikiran, tenaga dan keluargaku untuk belajar bersama-sama menimba Ilmu Ibu Profesional dengan saya. Saya, Ibu, sebagai project leader dan keluarga , Suami dan anak, adalah suport team. Belajar, disaring dan langsung praktek setelah itu evaluasi. Serta mengikat ilmu tersebut dalam bentuk tulisan.

Pelajarilah adabnya sebelum mempelajari ilmunya. Begitulah ulama mengajarkan. Maka mempelajari adab menuntut ilmu akan memudahkan seseorang dalam menuntut ilmu.

Semoga Allah memudahkan kami menyerap setiap ilmu yang diberikan.