Pelatihan Metode Tabarak Level 1 (Part 2)

Bismillahirohmanirohim 

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Kita mencatat ilmu agar tidak lupa, dan membaginya agar lebih berkah syukur-syukur jadi amal jariyah. 

Apa yang saya catat disini adalah penjelasan dari yang tercantum di selebaran yang diperbolehkan Syaikh Kamil untuk disebarkan.

Melanjutkan catatan sebelumnya. Di tulisan sebelumnya sudah dijelaskan di Al Qur’an seruan untuk membacakan Al Qur’an (QS Al Isra: 106) dan mempelajari Al Qur’an (QS Al Anfal: 24).

Sebenarnya jika diprosentase selama pelatihan penjelasan mengenai teknis memakan 30% dari keseluruhan waktu pelatihan sisanya mengenai pemahaman dasar-dasar seperti ini. Bagi saya ini tidak mengapa, seperti yang saya pelajari bersama komunitas HEbAT dimana mempelajari fondasi terkait pemahaman dasar kita tentang Islam dan Al Qur’an itu jauh lebih penting karena Al Qur’an ini lah yang nantinya akan menuntun kita sehingga perkara teknis tidak lagi membingungkan, insyaAllah.

Target
Dalam menghafal harus ada target. 
Ciri-ciri target
1. Target ini harus bersifat spesifik, terukur dan jelas. 
2. Dapat terukur dan realistis. Maksudnya sesuai dengan kemampuan kita sehingga bukan angan-angan yang tidak mungkin dicapai.
3. Terikat dengan waktu. Misal dalam 4 bulan sudah juz Amma. Atau seperti kata Syaikh Kamil kepada istrinya, “anak-anak harus hafal Al Qur’an sebelum masuk sekolah” karena sebelum mempelajari ilmu yang lain mereka harus sudah mempelajari Al Qur’an.
4. Menerima tambahan. Target yang ada ini untuk terus bertambah. Setelah menghafal Al Qur’an Syaikh Tabarak menambah bacaan qira’ah nya lalu hafalan Hadist dan bertambah terus targetnya. Karena itu adalah rezeki dari Allah.

Planning
Planning ini membantu kita merealisasikan target. Yang perlu diketahui dalam membuat Planning adalah
1. Bagaimana keadaan ku dulu
2. Bagaimana posisi kita sekarang
3. Apa yang ingin saya capai
4. Dengan apa saya bisa sampai pada target tersebut

Kemampuan menghafal Al Qur’an
1. Penglihatan. Hafal dan tau surata dan ayat berepa letaknya di halaman berapa.
2. Pendengaran. Hafal Al Qur’an dengan cara mendengarkan saja seperti kita hafal surat Al Fatihah yang berulang kali dibacakan.
3. Perasaan/ hati. Ketika tahu hikmah didalamnya biasanya dengan pemahaman

Semua orang memiliki kemampuan itu, namun berbeda usia berbeda pula kemampuan nya.

Pembagian usia menurut kemampuannya dalam menghafal dan memahami Al Qur’an
1. Dalam perut ibunya. Dengan pendengaran nya. 
2. Usia 0 – 7 tahun. Kemampuan yang besar dalam menghafal meskipun dia belum bisa berbicara. Salah satu contohnya dia bisa menghafal bau orang tuanya, suara orang tuanya. 
3. Usia 7 – 25 tahun. Kemampuan untuk menghafal dan memahami isi Al Qur’an sangat bagus. Maka pada usia ini dengan menghafal Al Qur’an pemahaman nya menjadi semakin luas. Ingat! Al Qur’an yang menuntun kita. 
4. Usia 25 – 40 tahun. Pada usia ini kurang lebih sama dengan kelompok usia sebelumnya. Pemahamannya semakin bertambah seiring dengan pengalaman yang bertambah. 
5. Usia 40 tahun keatas. Kemampuan menghafal mulai menurun dan  pemahaman bertambah.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang berusia sudah diatas 40 tahun tapi ingin menghafal Al Qur’an? Apakah percuma? 
Yang perlu kita lakukan adalah bersungguh-sungguh, merelakan waktu, uang, dan segala tenaga dalam menghafal Al Qur’an. Allah tidak memberikan ganjaran atas apa yang kita capai tapi apa yang kita usahakan. Karena capaian itu adalah kehendak Allah.

Selanjutnya Syaikh Kamil menjelaskan tentang Prioritas Kerja. Dimana penjelasan ini makan waktu cukup lama. Seluruh peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk mengelompokkan pekerjaan yang termasuk kelompok penting dan mendesak, penting dan tidak mendesak, tidak penting tapi mendesak, tidak penting tidak mendesak. Kami diminta untuk menjelaskan satu persatu dan Syaikh menjelaskan satu persatu lengkap dengan riwayat dalam Al Qur’an dan Al hadist. Sampai sekarang setiap mau melakukan suatu hal terngiang-ngiang diotakku, ini penting nggak ya? Mendesak nggak ya? Klo nggak penting, nggak mendesak, tinggalkan!

InsyaAllah ditulisan berikutnya apa saja contoh-contoh pekerjaan beserta penjelasan dari Syaikh Kamil. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s