Menyusun Portfolio Plan Anak

Sebagai rasa syukur kami kepada Allah yang telah memberikan kami kesempatan berupa tenaga, kesehatan, waktu, rezeki untuk mengikuti workshop Fitrah Based Education (FBE) bersama Ustadz Harry Santosa secara langsung, kami tuliskan sedikit ilmu yang kami dapat karena banyak banget ya sebenarnya yang didapat dari workshop parenting tempo hari ini.

Semoga bermanfaat

Liya dan Fian

________

Tulisan ini bisa dibilang bagian teknis dari FBE. Saya tuliskan dengan bahasa saya sendiri agar mudah dipahami oleh pembaca dan saya sendiri tentunya karena menulis adalah bagian dari belajar dan menguji pemahaman kita.

Apa itu Portofolio Plan
Portofolio Plan bisa dikatan sebagai kurikulum anak. Rencana pendidikan yang akan dilalui anak.
Berbicara tentang kurikulum, kita sebagai orang tua tentu pernah dong membuat Curiculum Vitae (CV), CV kita buat itu diakhir masa pendidikan kita, nah sama dengan hal itu untuk menyusun kurikulum anak, disini disebut sebagai Portofolio Plan, kita melakukan pengamatan, dokumentasi dalam bentuk Portofolio terlebih dahulu.

Tahapan penyusunan Portofolio Plan
1. Philosophy Statement
Hal yang paling awal kita lakukan adalah membuat philosophy statement keluarga kita. Isinya adalah nilai-nilai yang akan kita tanamkan didalam keluarga. Masukkan juga kegalauan kita sebagai orang tua dan cara mengatasinya.

2. Child Profile
Kenali anak kita terlebih dahulu. Di bagian profil anak kita tidak hanya menuliskan ciri fisik saja tapi juga kesukaan. Kegiatan apa yang dia senangi selama ini yang bisa dia gunakan untuk mengembangkan fitrahnya. Ingat ya anak bukanlah Tabula rasa, mereka sudah punya fitrah sejak lahir.
Ini bisa kita lakukan bersama pasangan sambil ngeteh sore-sore diteras, liat medsos yang isinya foto-foto atau video anak yang kita unggah dulu. Atau foto-foto dan video di handphone masing-masing.
Lalu ambil karakter paling menonjol dari anak dan buat julukan dari karakter dia ini. Ini sebagai dasar kita sebagai orang tua untuk mengembangkan fitrah bakatnya.

3. Susun Portofolio Plan
Gunakan Framework FBE sebagai dasar acuan Portofolio Plan.
Berikut ini Framework FBE, saya suka pakai yang Circle ini karena lebih mudah dipahami.
Ada yang lebih detail lagi di postingan sebelumnya.

Untuk anak usia 7 keatas dimana mereka sudah bisa mengungkapkan apa keinginannya maka ajak mereka untuk berdiskusi tentang hal apa yang dia inginkan.

Isi dari portofolio plan ini adalah
A. Maksud
Pada umumnya ada 4 tujuan Portofolio
Pertama untuk memfasilitasi pertumbuhan anak, biasanya untuk anak keunikan khusus. Jadi portofolio ini fokus pada satu pertumbuhan anak. Kedua untuk menyediakan basis evaluasi contohnya portofolio akademis. Ketiga menyoroti kinerja dan kapabilitas anak, nah ini yang digunakan pada anak usia dini. Keempat untuk merekam proses belajar anak dan konten ilmu yang dipelajari biasanya untuk usia 7 tahun keatas.
B. Tipe
Ada 4 tipe sesuai tujuannya
Pertama Development Portfolio untuk memfasilitasi pertumbuhan anak. Kedua assesment / standard Based portfolio untuk basis evaluasi. Ketiga showcase portfolio untuk menyoroti kinerja anak. Dan keempat learning portfolio untuk merekam proses belajar anak.
Jika bingung kita gunakan tipe yang mana cukup lihat ke anak kita dan tanyakan pada diri kita sendiri, apa yang anak kita butuhkan.
Dan ini bisa dilakukan paralel, misal kita buat showcase portfolio untuk mengamati perkembangannya dan standard based portfolio untuk merekam hasil evaluasinya di sekolah atau tempat kursus.
C. Standard
Standard acuan portfolio plan. Disini saya gunakan FBE Framework.
D. Major Learning
Aspek yang dipelajari apa saja. Disini saya gunakan 8 fitrah
E. Audience
Terdiri dari siapa saja fasilitator dari kegiatan
F. Timeframe
Lamanya portfolio ini digunakan. Untuk anak saya cukup 2 tahun saja setelah itu dievaluasi lagi.

4. Building Portfolio
Lalu kita buat portfolio anak dari kumpulan dokumentasi kegiatan anak. Didalamnya kita jelaskan deskripsi kegiatan anak mulai dari nama anak kapan ini terjadi dan dimana. Catat perasaan anak saat melakukan nya dan perasaan fasilitator saat melaksanakan nya. Iya perasaan ini sangat perlu kita rekam karena dari sini kita tahu apa yang disenangi anak lalu menemukan fitrah bakat anak untuk dikembangkan. 
Manfaat apa yang bisa diambil dari kegiatan ini, berdasarkan 8 aspek fitrah. Lalu yang terakhir evaluasi dari kegiatan ini dan dijadikan dasar untuk rencana kegiatan berikutnya.

5. Reflection
Membangun portfolio anak tidak hanya mencatat tapi juga membangun empati kita pada anak tentang bagaimana perasaan mereka dalam berkegiatan. Maka sangat perlu kita terjun langsung dalam kegiatan mereka karena perasaan ini tidak akan tersampaikan jika kita sebagai orang tua tidak hadir langsung. 
Dalam FBE ada istilah emisol yaitu empati, imajinasi dan solusi. Empati seperti yang saya jelaskan barusan. Imajinasi,membayangkan apa manfaat dari kegiatan ini, hal apa yang menjadi beda dari anak kita dari orang lain. Dan yang ketiga solusi, mengambil jalan keluar dari hasil pengamatan kita pada anak, langkah belajar selanjutnya yang akan diambil jangan lupa libatkan anak dalam mengambil keputusan.

Itu tadi langkah-langkah dalam menyusun portfolio plan. Sebelum kita menyusun semua itu jangan lupa melayakkan diri sebagai orang tua bisa dibaca lengkapnya di tulisan saya sebelumnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s