Melingkar Mekar Bersama Tetangga

Tetangga, melingkar mekar bersama tetangga, home education
Tinggal dilingkungan baru dimana penghuninya masih amat sedikit, fasum dan perangkat desanya belum ada kadang membuat keluarga bertanya-tanya apakah hal ini membuat kami nyaman tapi ternyata banyak berkah dan hikmah yang kami dapat.

Mayoritas warga disini keluarga baru dengan anak-anak yang masih balita tanpa asisten rumah tangga. Para bapak sudah memiliki grup WhatsApp dan beberapa pertemuan untuk rapat koordinasi. Beberapa bulan berikutnya para ibu punya grup sendiri tapi amatlah susah mempertemukan emak rempong disini. Ini yang membuat suami saya gemes dan mengusulkan buka bersama sederhana.
Awalnya sulit mengarahkan para ibu untuk mau mengurus buka bersama, penyebabnya tidak lain tidak bukan karena title dibelakang nama kami *rempong*. Namun keinginan kuat saling mengenal saudara terdekat alias tetangga lebih besar, 4 hari pun cukup untuk menyiapkan buka bersama sekaligus acara warga pertama kalinya.
Untuk makanan biar nggak rempong nasi kotakan saja, cuma minuman yang bikin sendiri  Warga yang sudah pasang kanopi dan dapurnya sudah jadi memberikan sumbang tempat. Karena yang ketempatan rumahnya belum ditempati prabot masih belum lengkap maka peralatan untuk bikin es disumbang warga lain. Karena yang punya peralatan bikin es anaknya masih batita bikin esnya dibantu warga lain yang anaknya sudah lebih besar. Awalnya hanya warga yg menetap disini yang akan hadir namun H-1 warga yang belum menetap mau ikutan hadir. Begitulah cara kami, tidak mengada-ada, tidak menunggu semua ada, yang ada saja.
Kebetulan saya kebagian menampung dana iuran buka bersama. Meski sebenarnya dana ini bisa mereka salurkan lewat transfer namun mereka semua menyempatkan diri untuk mampir kerumah saya untuk bayar iuran dan tidak jarang sambil curhat colongan. Ada yang masih hamil tua jadi masih tinggal dirumah mertua, ada yang sudah menetap tapi kembali lagi menemani mertua karena bapak mertua meninggal, dan ibu bekerja yang juga harus ngurus rumah sendiri. Semakin jelas definisi rempong emak-emak disini.
Tapi satu hal yang sama adalah semangat membangun peradaban dilingkungan kami yang baru ini. Kebahagiaan yang sama ketika mengetahui mushola di lingkungan baru kami ini akan selesai pembangunannya. Semoga bisa menjadi pusat aktivitas pembangunan peradaban kelak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s