Tazkiyatun Nafs : Makna dan sarana

Resume Kulwap Belajar HE Minggu ke -2

Tema : Tazkiyatun Nafs
Nara sumber : Bunda Rita Riswayati

Rita Riswayati:

*TAZKIYATUN-NAFS*
Dasarnya: Q.S Al Baqoroh: 129,151
An Nazi’at: 18-19
Al Lail : 17-18
Asy-Syams:9-10

Liyadewi: Jadi inget Inner Child klo bahas Tazkiyatun Nafs mbak…

Rita Riswayati:

Dalam Q.S Al Baqoroh ayat 129,  “dan mensucikan mereka” , maksudnya tast pd Alloh dan memurnikan penghambaan kepadaNya.
-Tafsir Ibnu Katsir-

TN itu untuk orang yg sdh aqil baligh, sdh atau belum menikah, punya anak atau tidak.

Kalau saya baca dari kitab tafsir Ibnu Katsir, *membersihkan/mensucikan itu maknanya adalah tunduk dan ta’at*

Jadi *how*nya, apapun yg bisa membuat kita makin tunduk dan ta’at pada Alloh.
Efeknya hati menjadi bening, jernih jiwapun sehat baru bimbingan Alloh, Rosul, orang” sholih dan apapun serta siapapun ‘guru kehidupan’ akan membuat kita dapat mengambil hikmah. Kitapun tambah sholih. Orang sholih itu produktif dalam kebaikan.

Liyadewi: Tazkiyatun nafs klo Qur’an terjemah mensucikan jiwa

Rita Riswayati: TN itu yg termudah wirid. 
Yg tersulit Qiyamul Lail
Artinya mensucikan Jiwa
Maknanya tunduk dan ta’at

Liyadewi: Jadi ibarat kita bersihkan satu ruangan (hati) jadi mudah mendekorasi nya (ilmu, hikmah)
Suka bgt pkek analogi gni aq orgnya 
Analogi g nyalahin syariat kan mbak 😁

Rita Riswayati: Start dan finish beban penghambaan adalah Tauhid yg membersihkan jiwa dari syirik dan berbagai akibatnya spt ‘ujub, dengki, sombong, kikir , *amarah*, dzolim, cinta dunia, dll.

Tuh ketemu, ternyata obat amarah dan kawan”nya itu cuma dg  ingat dan kembali ingat bahwa kita hamba Alloh yg satu, tak ada tandinganNya, total.

Kita bukan hamba dunia, hamba materi, hamba obsesi, hamba masa lalu, hamba syahwat

B Rita: Obatnya keliatannya simple, tapi usahanya berat ya,,, Semangat, kudu bisa!! 
Sabar,,, sabar,, #ngelusdada 
😌😌

Liyadewi: Wah ini ngerubah pola pikirku Lo mbak , sempet terpikir inner child dan tazkiyatun nafs semacam sepaket yg hrus hadir diawal pengasuhan

Tapi ternyata g ya, klo TN jalan dgn baik kelar semua urusan ya

Rita Riswayati: Saya tahu  beratnya hidup seseorang ibu apalagi ditambah beban masa lalu.
Maka kita hrs cerdas, lepaskan beban itu dg cara paling mudah yg kita bisa, gratis pula. TN lagi, TN terus.

Betul mba
Gak perlu teknik yg kudu dicari-cari, kecuali bebannya traumatik banget.
Perlu bantuan.
Tapi pertolongan Alloh lah yang paling membantu. Yakin!
Kalau kita gak bisa lepas beban masa lalu, kita hakan temukan banyak hambatan untuk maju .
Padahal anah gak akan berkurang, nambah terus.
TN itu mensucikan diri plus melepaskan beban, kecuali penghambaan. Jadi apapun amanahNya, termasuk anak,jadikan itu aktualisasi diri dari penghambaan kita kepada Alloh. 
Udah, kelar masalah kitaπŸ˜€
Iman pada qodho & qodar

*Pada saat kita berdamai dengan masa lalu, artinya kita sedang mengimani Alloh dan takdir dariNya*

Selamat jalan innerchild, trauma dan apalah yg bikin gak move on

Liyadewi: Iman kepada Qodo dan qodar Ini pelajaran SD tapi ternyata baru paham skrg aq mbak πŸ˜…
Mgkn krna dlu cuma disuruh nyebutin aja tnpa paham esensinya

Rita Riswayati: Mulai sekarang, pelajaran agama hrs kontekstual.
Guru repot masalah konteks. waktu, tempat dan aktivitas terbatas. HE yg gak ada batas. Anytime, anywhere.

Liyadewi: Wah pas ney buat ngereview materi apa itu HE

Jdi klo diartikan bahwa HE itu kurikulum rumah, dimana grand design pendidikan anak dipegang orang tua, dan sekolah, komunitas atau bimbel sebagai suport sistem aja gitu bener nggak mbak?

Agni Kediri HE: tp realitanya zaman skrg banyak org tua yg memilih menitipkan anak2 di penitipan… (maaf bkn bermaksud memojokkan ibu2 yg bekerjaπŸ™πŸΌ) krn ada ibu2 yg tdk bekerja di luar rumah pun yg jg lebih suka menitipkan anaknya ketimbang mengasuh sendiri…

Rita Riswayati: Mungkin krn belum memahami dan menikmati aktualisasi diri dalam penghambaan pada Alloh, melalui anak sebagai amanah.

*Induk Sarana TN*:
> Sholat (Al -Ankabut: 25)
> Zakat, infak, shodaqoh ( Al Lail : 18)
> Shaum ( Al Baqoroh: 183)
> Tilawah Al Qur’an:  Al Anfal: 2)
> Dzikir ( Ar- Ra’d: 28 & Al-Fajr: 27-28)
> Tafakkur (Ali Imron: 190-193)
> Mengingat kematian (Al- A’raf: 185)
> Muhasabah harian (Al Hasyr: 18)
> Mujahadah /bersungguh-sungguh ( Al ‘Ankabut: 69)
> Amal Ma’ruf dan nahi munkar (Al Ma’idah: 78; Asy-Syams: 9; Ali Imran: 104)
> Melakukan pelayanan umum dan khusus dan tawadhu’ ( Al Hijr: 88)
> Taubat ( Al Furqon: 70)

*dinukil dari Intisari Kitab Ihya’Ulumuddin, syekh Imam Al Ghazali

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s