Tazkiyatun Nafs

Mulanya aku bingung

Bagaimana bisa mendidik mengasuh dengan bahagia

Mulanya aku bingung 

Bagaimana bisa kita diminta sabar dan selalu relax dalam mengasuh dan mendidik sedangkan kedua hal itu bukan perkara yang mudah dan enteng

Sampai aku pahampun bahwa mengasuh dan mendidik anak harus dijalani dengan sabar dan relax, aku tidak tau bagaimana menerapkannya

Aku rasa sangat kejam saat kita menghadapi segala tantangan ini dan kita masih diminta untuk berlakon sabar dan relax

Tapi mereka bisa, kenapa aku tidak bisa

Semua sudah berjalan sesuai SOP tapi hati masih rasanya tidak bisa bersabar menghadapi semua ini

.

Ah HATI, o Hati rupanya…

.

Ada apa dengan Hati ku…

Mengintip pelajaran beberapa taun silam tentang Tazkiyatun Nafs

Dan aku ber “o..o..”

.

Sudahkah kita memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti kita

Masih adakah dendam dihati

Sudahkah kita memaafkan diri sendiri

Sudahkah kita meninggalkan segala ego

Masih adakah perasaan iri dengki didalam hati

.

Didalam keheningan ini aku bersihkan segala yang mengotori hati

Aku bingkai indah, dan kupajang rapi dalam museum kehidupan

Cukup sebagai pelajaran saja

Kutinggalkan semuanya hingga lebih ringan kaki ini untuk melangkah

Lebih ringan diri ini menerima ilmu baru

.

Tapi ini bukan akhir, ini awal yang baru

Awal yang indah dimana aku mengenal keikhlasan dan kedamaian dalam arti sebenarnya

Dan aku tidak rela setitik debu mengotorinya lagi

Maka tiap hari kusapu bersih

Agar aku bisa terus melangkah

Melangkah jauh dan trus lebih jauh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s