Mengenal Kain Tradisional with Lmira Ethnique

👘Resume Kulwap👘
DISKUSI EMAK KEKINIAN

📆13 Agustus 2016
⏰20.00 WIB
👤Nara Sumber: JetC Elmir (Owner and Designer Lmira Ethnique)
👥Moderator: Zuhay
📝 Notulen : Dewi Aprilia K.

👥 Indonesia memiliki banyak keindahan, tidak hanya keindahan alam melainkan keindahan kain2 yang tersebar di penjuru Indonesia dengan masing2 memiliki makna tersendiri.

Yuukk kita kulik bersama tentang kain etnik Indonesia dengan boomber kak JetC.

Silahkan kak JetC kalimat pembukanya.
Sebelum kalimat pembuka, bisa sekalian perkenalan 😙

👤Aloo emak2 kekinian semuanya.. Salam kenal, selamat menikmati malam☺🙏
Mungkin untuk lebih mengenal mangga Momod aja yang mengenalkan.. Atau bisa buka IG @lmiraethnique 😁 #radapromo
Kemarin secara tiba2 Ola ngewatsap saya buat sharing di grup ini
Minimal pada akhirnya Buibu disini bisa membedakan mana batik asli dan aspal.. So here I am.. Semoga sharing ini akan bermanfaat yaa🙏

👥Kak jetC merupakan Founder dari LMira ethnique. Lmira ethnique merupakan brand busana muslimah yang bermain dengan sentuhan etnik pada desain bajunya.
Kak jetC merupakan lulusan Desain ITB ini ingin mengenalkan betapa cantiknya kain2 etnik Indonesia.
Silahkan kak jetC materi pembuka mengenai kain etnik Indonesia, khususnya tentang kain batik. Apakah semua batik itu asli? Adakah tips dan trik dalam mengetahui batik yang kita pakai itu asli, cap atau lainnya?

👤Sebelumnya mau liat dong kirakira Buibu disini paling suka kain tradisional yang jenis apaa ajakahh? 🙂
Ok makasi Buibu yang sudah jawab..
sbnrnya tadi saya ngetes suara aja.. Kirakira udah pada tune in belum nih disinii Hehe..
Bisa jadi masih ttp lbh suka batik jangan2 karena belum kenal sama semua kain tradisional Nusantara ya..
Padahal ada banyaaak bgt kain2 tradisional kita lohh

Secara teoritis, ada 2 teknik cara menghias kain:
1. Structure design (Desain Struktur) : artinya pekerjaan menghias kain bersamaan dengan pembuatan kain itu sendiri. Misalnya: tenun (termasuk di antara nya tenun Ikat, songket, rangrang, lurik, dll), rajut, makrame (spt noken papua), tapestri (spt pembuatan karpet), dsb.
2. Surface design (mendesain permukaan kain yang sudah selesai dibuat) : seperti batik, sasirangan, jumputan, lukis kain, bordir, sulam, dll
Untuk penjelasan lebih rinci mangga klik ini: http://www.lmiraethnique.com/?p=426

Nahh kerennya, seluruh daerah di Indonesia itu punya tekniknya masing2 dalam menghias kain! Daan beda beda semua!! Keren bgt kann
Misalnya, beberapa di antara nya adalah:
Bordir Aceh
Tenun Ulos Batak
Songket Minang
Suat Songket Baduy
Bordir Tasik
Lurik Klaten
Batik Solo
Poleng Bali
Lempot Umbaq Lombok
Tenun Renda Bima
Songke Manggarai
Ikat Maumere
Hinggi Sumba
Sotis Buna Timor
Sasirangan Banjarmasin
Sengkang Makassar
Ikat Tanimbar
Rotali Papua

❓Perbedaan teknik itu yg menghasilkan perbedaan motif yak? * mencoba mencerna*
👤Yap betul Mbaa.. Beda teknik maka akan menimbulkan beda motif, beda tekstur, beda ukuran, beda penggunaan, beda harga, beda segalanyaa hehee
Nahh sbnrnya mungkin Buibu disini mikir ya.. Nahh kirakira apa yaa manfaat sharing malam ini?
Jadii, sudah sekitar 3 tahun ini saya concern untuk meningkatkan awareness orang2 terhadap betapa penting nya kita menjaga kain2 tradisional ini dikenal dengan lebih banyak orang Indonesia itu sendiri..
Karena selama ini biasanya yang care masalah spt ini masih terbatas pada yang ada minat pada seni dan budaya aja..
Padahal menurut ku, kita yang “orang biasa” aja juga penting dong untuk tau ada apa aja jenis nya,, yaa minimal ntar ga ditipu pedagang sovenir kalo pas kita lagi jalan2..
Atau pas ke kondangan ga ngasih “batik aspal” Misalnya buat seragaman..

Apalagi setelah beberapa tahun lalu ada isu negara tetangga “ngambil” hak cipta batik kita dll..
Sedih sih, di saat kita yang orang Indonesia,, kebiasaannya adalah
“baru nyadar” (betapa itu penting) setelah sudah “diambil orang”.. 😞

Trs, tahukah kawan2, bahwa kebanyakan dari pengrajin itu masih hidup di bawah garis kemiskinan.. Apalagi yang tinggal di pelosok, terutama di wilayah NTT yang sering kutemui itu..

PADAHAL..
Karya2 mereka itu sudah lama bertengger di museum2 dan para kolektor kayaraya di daratan Eropa sana, bahkan sejak zaman penjajah..

Beberapa kali saya ke desa2 adat di beberapa pelosok Nusantara, yang sering saya temui malah peneliti atau turis bule!!
Literatur ttg kain Indonesia pun kebanyakan berupa buku2 tebal berbahasa asing..

Intinya, bisa dibilang mungkin kesadaran orang Indonesia terhadap kain Indonesia ini masih minim sekali..

Dan yang lebih ironis, Batik yang sering kita bangga2kan itu, sudah banyak sekali beredar versi printing nya..
Begitu pula dengan tenun Ikat, songket, bahkan yang sekarang lagi populer: rangrang bali!!

Nahh masalahnyaaa,, Kebanyakan kain2 printing itu dibuat bukan dari pabrikan Indonesia teman2..
Melainkan dari pabrikan konglomerasi di C*NA sana!!
Hiks sedih bgt kan..

Belum lagi batik waktu jaman kita sekolah dulu..
bahkan maskapai yang memakai nama B*tik Air pun, seragam nya printing semuaa.. hikshikss

Padahal batik itu bukan lah motif, melainkan teknik melukis kain. Alias “cara melukis kain yang menggunakan lilin sebagai zat perintang warnanya”.

Jadi mau apapun motif nya, yang paling futuristik sekalipun, asalkan dia masih menggunakan lilin sebagai zat perintang warnanya, maka itu Tetaplah batik.

Begitupun sebaliknya.
Mau motif seklasik apapun, setradisional apapun,
Selama dia tidak menggunakan lilin sebagai zat perintang warnanya,
Maka itu bukan lah batik.

Jadi jangan kaget klo ada “batik palsu bermotif parang rusak”,
Atau
“batik asli bermotif tengkorak”
Kebayang ga yah? 😬

👥Jadi yang dilihat alat dan bahan yg digunakan bukan motifnya.
👤Yap seratus buat zuhayy
❓Mungkin krn batik printing lebih murah ya teh, jadi merakyat gitu #imo 😆
👥Nah iya.. Kak jetC terkadang yang asli itu mahal dan sulit juga dicari di toko2 yg mudah dikunjungi
👤Ga jugaa
Jangan salah, gerai seterkenal Batik K*ris pun, saya terakhir liat masih jual kemeja cowo yang pakai printingan loh..
Dan dihargai..
500.000 sajah..

Di saat, di Thamcit Misalnya,
Kemeja batik asli masih ada yang harganya..
100.000 sajah!!

How ironic!! 😥
Pada akhirnya bagaimana pintar2 kita toh dalam membelii hihi

Ada beberapa cara mudah untuk membedakan mana batik asli dan printingan ya..
(*baca: batik asli itu termasuk batik tulis dan cap yaa 🙂
1. Dilihat:
Batik: biasanya motif tidak rapi, seringkali masih ada seperti “Noda Noda cat” yang tumpah.
Printingan: motif rapijali, seperti computerized.
2. Diraba:
*paling ampuh untuk membedakan tenun asli dan yang printing. Kalo untuk batik agak susah membedakan nya klo dari rabaan ini.
Batik: biasanya, Batik yang baru beres dibuat itu, akan terasa agak bertekstur karena masih ada sisa sisa serpihan lilinnya.
Printingan: rata saja.
3. Ditrawang
Hehe sbnrnya bukan ditrawang, tapi lebih tepatnya dilihat di sisi belakangnya. Dan ini lah cara paling mudah dan cepat untuk dapat mendeteksinya! 😄👍
Batik: sisi depan dan belakang sama jelas nya.
Printing: sisi belakang biasanya lebih pudar, bahkan yang kualitas rendah bisa sampai pudar sama sekali. Tapi skrg ada yang diprinting bolak-balik bahkan saking pengennya serupa dengan yang asli.. Haha.
4. Dibaui
*akan efektif kalo ketemu batik nya di tempat pengrajin, masih gresss, atau di toko, dan lainnya belum dicuci yaa.
Batik: biasanya akan beraroma organik, atau spt bau rambut dibakar. Ini adalah aroma khas lilin yang digunakan untuk membatik😉
Printing: ga berbau, atau bahkan yang kualitas rendah baunya spt minyak tanah! Yahh seperti bau kertas fotokopian aja. Hehe😁
FYI, terakhir ke Bringharjo jogja kmrn, banyakan pedagang sama jual yang PRINTING loh!!
Daster2 printing. Baju2 printing.
Come on, di JOGJA men! Produsen batik jual batik printingan!! How ironic.. 😭😭😭
Akhirnya, saat itu saya dapat dress anak yang printing, cap, dan batik.
And guess what, semuanya berada di range harga 35.000-100.000 saja.. Bahkan yang tulis sekalipun..
Jadi ga beda jauh ternyataa..
So no worries ttg harga ya Buibu.. 😉👍
👥Atau karena pengrajin yg mulai sedikit kah kak jetC?
👤Yang batik beneran juga udah banyak inovasi kok mba.. Yang pastel ala ala girly bahkan warna permen sekalipun udah adaa.. Paling banyak tuh yang Batik Cirebonan..
Jadi, kalo ttg kekawatiran ttg motif batik yg asli ga keren, sudah terjawab ya buibuu😉👍
Nah itu dia zuu,, jadi apa jgn2 karena kontribusi kita juga nihh.. Para pembeli yg ga peduli atau mungkin belum teredukasi untuk lebih mau memilih beli yang asli..
Yang akhirnya membuat para penjual lebih tertarik jualin yg aspal.. Huhu syedihh

❓❓Sesi Tanya Jawab❓❓
1⃣Siwi Ayuning Atmaji: ✋🏻 mau tanya mba
Lmira kan untuk produksi baju2 ny pakai kain tradisional yg bukan aspal, nah pasti pengaruh di biaya produksi yg pasti lumayan tinggi kan ya Mba, gmn caranya Lmira unt menyiasati biaya produksi nya 😁😁
Untuk supply kainny punya jalinan kerja sama dengan pengrajin2 di berbagai daerah kah? Makasih
1⃣👤Aloo mba siwi.. Sblmnya terimakasih atas apresiasinya pada L’Mira ❤
Iya dong tentunya.. Kita ada kerjasama & menjaga silaturrahim pada pengrajin2 di berbagai daerah di Indonesia 🙂

2⃣Nindya Karina: mau tanyaaa…
bagaimana perawatannya? suami termasuk yg banyaaak bgt batiknya nernagai warna dr hitam merah ungu biru dll… selama ini sih msh dicuci pakai tangan pakai shampo dikucek pelan
2⃣👤Alo mba nindyaa.. Itu sudah benar kok perawatan nya.. Kalo ga ada LERAK (cairan khusus untuk mencuci batik), bisa juga pakai shampoo.
Dan jangan masuk mesincuci maupun mesin pengering😉👍
❓Nindya: wow.
mksh kak jetc. noted bgt inu buat ngasih tau ke art buat misahin dr pengering dan kayaknya diangin2 aja ga dibawah sibar matahari lgsung
👤Betul sekalii..
Dan prefer menjemurnya itu dibalik dahulu bajunya ya Buibu..
Yang bagian dalam keluar, yang bagian luar masuk kan ke dalam..
Biar keindahan warna batiknya senantiasa terjaga 😉👍

3⃣Ira:✋🏼boleh ga nanya rekomendasi tempat beli/toko batik asli di jabodetabek yg hrgnya terjangkau😁
👤Thamcit!! 😉👍Atau kalo mau yg ada model 2 nya sedikit, boleh mampir2 ke L’Mira Ethnique 😂#bukanpromoberbayar😆

4⃣Errylia: ✋mau tanya.mbak JetC…team yang dibentuk harus bener2 anti batik printing ya… betewe…setelah ku check ig ku ternyata udah kama follow lmira
4⃣👤Wah terimakasih mba erry.. Ini maksudnya nanya ttg team nya L’Mira ya?
Yaa pelan2, kami sama2 belajar aja..Karena lucu nya, ternyata semakin kita belajar, maka semakinlah kita sadar bahwa ilmu kita itu belum ada apa apa nya..Selalu ada info baru, ilmu baru, pencerahan baru..That’s why bener juga kata pepatah ya..
Bahwa sunatullah nya itu, kita mesti nya mengikuti ilmu padi..Semakin berisi, semakin merunduk.
Semakin tau, maka semakin sadar pula bahwa pengetahuan kita itu belum ada apa apa nya.. 🙏🙏🙏

👥Oia kak jetC..
Kalau utk membedakan tenun asli atau palsu gimana? Khususnya yg songket?
*pertanyaanya diluar kain batik hehehe 😁✌🏻
👤 Sbnrnya hampir sama dg cara yang batik zu..
Bedanya, jika cara cepat batik itu dilihat sisi sebaliknya,
Maka klo tenun, mesti nya lebih mudah.
Karena tenun itu PASTI (InsyaALLAH) BERTEKSTUR. 😁
Jadi klo nemu yg dibilang tenun tapi licin halus, apalagi klo dijual nya bermeter-meter dalam gulungan ala pabrikan,
Maka yakin lah itu PALSU
Jadi yg asli ga mungkin teksturnya licin halus ya 😂
Kalo printingan batik juga mudah dideteksi dg cara:
Liat aja, jual nya dalam bentuk gulungan besar ala pabrikan ngga.
Kalo iya, maka ia adalah PALSU.kalo yg asli biasanya dijual per 2 meter.Tapiiii
Yg printingan juga ada yg dijual per 2meter *nahloh😆Maka dari itu, cara membedakannya spt yg sudah saya uraikan di atas Dilihat
Diraba (+ dibaui)
Ditrawang (alias lihat sisi sebaliknya) -> ini yg paling mudah!!

5⃣Maryam Ahmad Asegaf: Kalo soal luntur, asli atau palsu sama2 mudah luntur gak untuk pertama kali cuci?
5⃣👤Hmm kalo batik asli, InsyaALLAH pencucian pertama kali dia akan “luruh” warnanya. LURUH ya. bukan luntur. Catet. 😆 Karena istilah nya dia mau “nurunin” dulu sisa2 warna stlh melewati proses pewarnaan dari batik itu sendiri. Tapi klo batik asli, InsyaALLAH setelah pencucian berikut2nya udah ga ada lagi tuh luruh warnanya.. 🙂 Kalo printingan bisa beda2 reaksinya.
Bisa luntur.
Bisa juga malah ga luntur sama sekali. Yaa kayak baju/kaos kita yg motif pabrikan aja.Jadi kalo cara membedakan dari luntur atau tidak nya agak susah sih mba.. Hehe.
❓Maryam Ahmad Asegaf: Sama satu lagi, batik asli bisa di bahan yg licin?
👤Oia makasi mba maryam diingatkan.
Tadi ada yang lupa.. Jadi, pewarnaan batik itu hanya bisa dipadukan di atas KAIN BERSERAT ALAM.
misalnya: katun, kaos, sutra, serat nanas, serat kayu, dll dsb.
Jadi, klo ada motif batik diterapkan pada serat sintetis atau polyester, Misalnya: satin, velvet, taffeta, parasut, dll dsb.. Maka yakin lah DIA BUKAN BATIK. Hehe. Dan, serat alam itu bisa bertekstur kasar (spt linen, serat kayu), bisa juga yang berasa “seret” spt serat nanas..
Tp bisa juga yg stretch (spt kaos), daaan.. bisa juga yg liciiiin (spt sutra)..Jadi intinya klo batik asli bisa di atas kain yg kasar maupun halus mbaa😉👍
👤Yapp batik juga bisa dibuat di atas kaos soalnya mba.. Asalkan kaos nya yg asli cotton.. Bukan yg campur polyester 😉👍

🍧🍧Kuis Tebak Kain🍧🍧

IMG-20160815-WA0001

1. Batik tulis: klo liat yg zoom, keliatan bgt kok itu “lukisan tangan” nya buibuu😉
2. Printing: dari jauh emang mudah terkecoh kirain asli. Padahal aspal!
3. Batik cap

4. Printing bgt: motif di balik nya pudar bgt soalnya! Dan lihatlah, walaupun mau di gaya gayain batik tulis ttp aja terlalu rapihh😆
5. Printing bgt, atau sablonan: keliatan bgt!
6. Bukan batik. Melainkan kain sasirangan (teknik tie-dye khas Kalimantan Selatan). Ini baju L’Mira Ethnique Kids😆

7. Batik emboss (motif nya timbul2) mix lurik.
8. Non batik. Melainkan Tenun Sotis, asli dari Timor, NTT.
9. Batik tulis: ini daster anak batik tulis yg tadi sudah kusampaikan di atas, yg akhirnya ketemukan di Bringharjo di antara sekian banyak printingan dengan harga yg tak jauh beda!! Huft!

10. Tenun serat nanas dengan diberi motif dg batik cap: motif Lampung, tapi dibuat di Cirebon.
11. Non batik. Temen saya beli di Riau. Kata yg jual Songket Riau. Padahal semi pabrikan. Huft!
12. Printing motif batik: Bahkan mau sok2an dibuat batik tulis (di gambar pula aksen “retak-retak” khas batik tulis nya, wkwk) 😆

13. Batik cap
14. Batik cap
15. Printing di atas kain yg di opnaisel jadi seakan-akan ada teksturnya.

16. Batik cap kombinasi tulis: berupa sajadah loh ini dan cukup populer. Ada yg punya juga ndaak? 😉
17atas. Non batik. Printing bermotif songket ala ala😞
17b. Songket tradisional asli dari Minang.
18. Non batik. Yaitu teknik jumputan dari sumsel, dg motif kontemporer. Bahasa umumnya tie-dye. Mirip dg sasirangan kalsel.

❓ Liya: Mbak JetC ini kren bgt materinya.
Unesco mengukuhkan batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia. Jadi bukan baju atau kainnya tapi cara mbuatnya, perwatan, budaya keterlibatan masyarakat yg diakui Unesco
Batiklover 😍
❓Nindya: batik emboss masuk kategori apa?
👤Batik emboss itu gaya baru dalam batik mba.. Tapi konon dia ttp pakai lilin dalam proses nya.. Jadi ttp dikategorikan sbg batik 🙂
❓Nindya: batik tulis ya
👤Bukan mba.. Kalo batik tulis bnr bnr dilukis satu persatu..
Sptnya lebih dekat ke batik cap, karena ada cetakan yang di-cap berulang2 😄
❓Nina: Mbak mau nanya, kalo ada batik yg terkena air langsung warnanya jd kelam, tp begitu kering balik ke warna semula, itu kenapa ya mbak?
Mengandung bahan kimia berbahaya gak sih kayak gitu
👤Memang bisa terjadi begitu Mbaa.. Kalo mengandung bahan kimia berbahayaa atau ngga nya punten kurang tau mba.. Ilmu saya belum sampai sanaa😁🙏
❓Nina : Skrg kalo yg mengandung bahan berbahaya , cirinya apa mbak? Sejauh yg mbak temukan
👤Tapi yg jelas, batik2 yg umum dijual hampir semuanya sudah pakai pewarna kimia mba.. Bentuk nya pasta atau cairan..Kalo yg masih pakai pewarna alam biasanya sudah berharga jutaan. Itu pun jarang. Yang masih banyak pakai pewarna alam itu,
Tenun2 tradisional di Flores dan Sumba 😍
Saya pernah baca, salah satu limbah berbahaya dari batik itu memang ada di pewarna kimia nya..
Hingga kini kabarnya masih dicari solusi yg bs lebih komorehensifnya..
However, bbrp pengrajin kabarnya sudah ada yg concern dalam mengolah limbah nya lebih lanjut.. Biar setidaknya lebih ternetralisir saat keluar dari wilayah produksinya.. 🙏
*komprehensif
Tapi sptnya pewarna2 kimia itu tidak berbahaya atau menimbulkan dampak lebih lanjut kalo sudah sampai ke tangan konsumen mba..

Jadi yg bahaya itu saat masih di wilayah produksinya.. Yaitu berupa limbah zat kimia nya..

Hmm yaa tp sptnya ga ada apa2nya kali ya dibandingkan dg pabrikan besar lainnya.
Yaa termasuk pabrik printingan tekstil bermotif batik ituu Hehe.

Karena kan however pengrajin batik itu hampir semua skala nya masih rumahan..

Tentu berbeda dg pabrikan yg berskala super besar..

Jadi tentu tetap masih lebih mendingan daripada limbah pabrikan yaa hehee
#cmiiw

❓Liya : Mbak JetC klo di desain ITB sndri banyak penelitian tntang batik, tenun,.dkk nggak?
Kan ktnya literatur masih dri luar
👤Iya mba.. Alhamdulillah makin kesini makin banyak..

Dan bbrp buku2 pemerintah (terutama dulu pas zaman Pak Harto melalui yayasan TMII nya Bu Tien), tak dapat dipungkiri cukup banyak membahas ttg ini..

Dan banyak di antara Tim penulisnya itu memang dosen2 saya..

Dan karena mereka pula lah saya jadi ikut “teracuni” sampe kayak gini.. Huehehe🙈
Mudah2an dilancarkan dan diberkahi ALLAH terus yaa.. Biar idealisme L’Mira dan teman2 + komunitas2 yg seide ini bisa memberikan lebih banyak manfaat.. 🙏
❓Liya : Mbak JetC tdi ktanya klo batik cap meteran bergulung2 itu g ad ya? Betul gt? Klo.udah gulungan pasti printing?
👤Kalo udah sampai bergulung2 iya mba, InsyaALLAH printing😬
Kecuali emang ada pesanan khusus ya.. Mungkin saja bukan printing..
Karena kan kalo mau ngebatik itu harus dipangku kainnya (kalo batik tulis), atau digelar rapih2 di atas meja (kalo batik cap).

Jadi tentu rasa nya akan merepotkan sekali jika kain yang mau di batik itu masih berupa kain yang panjang nya berpuluh-puluh meter.. 😁

❓Liya: Satu lagi, susah g c mbak ndapetin bahannya? Harus bgt blusukam k daerah ya?
👤 Masalahnya saya emang seneng blusukan mba.. Haha.
Dulu nya seneng bekpekeran dg suami.
Tp skrg hamdalah nya saya udah punya kontak bbrp pengrajin, jadi cukup pesen aja trs nanti dikirim deh.

Atau tunggu aja ketemuan lagi pas ada pameran inacraft misalnya😁
❓Liya : Oiya ad lagi mbk *nanya muluuu
Motif batik itu paten itu2 aj, ato kita boleh ya bkin motif sndri? Kita design kombinasi gt
Salah g klo.kita bkin kombinasi
👤Boleh bgt Mbaa. Skrg udah banyak kok pembatik yang bisa custom gituu..
Tapi biasanya jatuhnya mahal,
Atau kalo mau sekalian buat kita bikin banyakan.
Misalnya untuk seragaman😄
❓Liya Secara pakemmya batik gpp ya?
👤Ga salah mba.. Tapi mungkin memang ada bbrp motif yg dirasa bbrp kalangan cukup sakral.
Untuk itu, bisa konsultasi dulu dg pembatik nya mba..
Biasanya mereka ngerti koook☺

👥Oke..
Karena sudah masuk tengah !alam.. Kita tutup diskusi formalnya.
Silahkan Kak jetC closing stetmentnya.

Nanti dilanjut sama diskusi bebas aja ya Bu ibu

👤Terimakasih Ola atas undangannya,
Zuhay atas moderasinya,
Dan emak2 Keceh kekinian semuanya..

Kalo ada yang masih mau didiskusikan atau ditanyakan ndakpapa saya lanjut besok ya Buibu..

Terimakasih atas atensi dan apresiasinya Buibu semua..
Mhn maaf jika ada yang kurang berkenan..

Dalam rangka menuju kemerdekaan RI ke-71 ini semoga Indonesia semakin diberkahi, dicintai rakyatnya dan disegani bangsa lain..

Hidup Indonesia,
Hidup Kain Indonesia.
Merdekaaa!! ✊

👥Mari kita lestarikan budaya bangsa salah satunya dengan mencintai dan mengenal kain nusantara serta cintai produk dalam negeri 😊

Silahkan bisa berkunjung ke museum tekstil Indonesia di Jakarta utk mengkulik lebih dalam 😊

Saya zuhay selaku momod mohon undur diri.

Merdeka 🇲🇨🇲🇨
💬Diskusi Bebas💬
❓Ira:✋🏼mau nanya lagi dong mb.jetC
Bgmn tekhnik pembuatan baju yg memakai kain tapis atau songket?
Kan biasanya tapis/songket kainnya lebar/panjang, keras n benangnya sambung menyambung, nanti merusak kainkah klo kita potong jadi bagian kecil2??
👤Songket itu termasuk jenis teknik songket.
Kalo tapis, itu 2x proses. Ditenun dulu, lalu di sulam khas tapis setelahnya.

Kalo untuk dibuat jadi baju, memang ada teknik potong nya tersendiri.. Biar ga mudah terurai benang nya 🙂
❓Liya: Mbak Jetc, klo boleh bocoran strategi Lmira ato kiat sukses bisa sustain sampe skrg ap?
Susah g mbak masarin baju etnik?
👤Hm sbnrnya L’Mira Ethnique baru 3,5thn sih.. Jadi blm bs pede juga bilang bahwa ini adalah bisnis yg sustain🙈

Tp klo blh berbagi, paling Alhamdulillah-nya dari awal berdiri 2012 akhir udah lgsg lolos kurasi masuk hijup..
Jadi effort marketing yg biasanya brand lain struggling so hard, bagi L’Mira jadi lebih ringan karena diserahkan saja pada hijup..
Ini aja baru punya Web lmiraethnique.com sendiri setelah 2th bisnis nya jalan.. Hehe. Di saat banyak org bahkan Web nya sudah jadi lebih dulu..

Sisanya ya mungkin karena saya emang suka kain, dan ada value yg saya coba perjuangkan, yaitu membuat kain tradisional lebih dikenal terutama oleh generasi muda & ibu2 muda..

Karena dari yg saya liat, biasanya suatu usaha itu lbh sustain kalo ada value yg diperjuangkan ya.. Dan tentunya ada supporting system yg terus dukung.. Terutama suami, anak, ortu.. Plus tim produksi yang mau terus belajar berinovasi. (karena sampai skrg mungkin sudah ada total 300an lebih untuk varian produk L’Mira Ethnique) 😁
❓Dila : Tim produksi mbakJez berapa emangnya mbak? 😱
MasyaAllaah udah 300an item varian euy.
👤Padahal cuma sekitar 10orangan aja sih.. Hehe
Iya dhi. Kadang ga nyangka juga. Tapi beneran, wkwk
❓ Silvia Nov : Td udah scroll ..tp mgkn kelewat..penasaran..tp blm sempat tanya dari dulu:
1. Kenapa mb jetc kyknya ( kyknya ya..) lbh jatuh cinta dg kain tenun dari indonesia bagian timur dibanding tenun bagian barat ( sumatera).

2. Selama riset di indonesia timur, bagaimana masyarakat disana ‘ membudidayakan’ teknik tenun tradisional yg butuh waktu lamaa dan teknik yg detil..?
Di sumatera barat skrg ( misal koto gadang) mwasyarakat yg masih bertahan utk menyulam ba dihitung jari…:(. Mungkin mungkin ga ada lagi penerusnya..
3. Di jabodetabek ada kyk kursus utk tenun sulam tradisional ga mba jetc?
👤: 1. Ada benar nya Sil.. Haha. Ada simpati pribadi kali ya. Pdhl jetc baru 4x main ke area2 di kepulauan NTT, tapi udah jatuh cinta sebegitunya..
Hmm bisa jadii karena saya melihat potensi budaya dan karya seni yang begitu besar disana,, tapi sayangnya banget,, mayoritas dari mereka masih di bawah tingkat kesejahteraan umumnya org Indonesia yg saya biasa lihat. Baik itu dari segi kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi. Jadi walaupun secara darah ga ada ikatan, tapi rasa sayang bisa sebegitu besar. Belum lagi kalo melihat binar mata anak2 polos disana ngeliat kita tu kayak ngeliat sodara yg udah lama ga ketemu.
Pdhl saya udah jelas berjilbab ya. Dan kebanyakan mereka Kristen atau masih memegang kepercayaan setempat yg animisme. Tapi respect mereka ke kita tu luarbiasa. Salute!
Jwbn no. 2:

Karena ada kepercayaan atau tradisi setempat yang membuat mereka musti terus menenun Sil.. Hehe.

Dari mulai kelengkapan adat, ritual ibadah, sampai akhirnya mereka pun makin sadar bahwa itu bisa buat mata pencaharian! 😍

Tapi tak dapat dipungkiri, tetap ada bbrp daerah yang konon makin kesini makin sedikit generasi muda nya yg mau atau pandai menenun (apalagi kalo udah sekolah dan merantau ke Kota ya.. biasanya para gadis ini udah mulai malas menenun).. shg pelestarian kainnya pun jd terancam punah 😢
Tp untung nya hampir setiap Pulau di NTT itu ada komunitas generasi muda nya yg peduli dg Tenunan mereka.
Misalnya komunitas Tenunkoe di Timor, Humba Ailulu di Sumba, dan Lepo Larun di Flores..

Jd memang baiknya ada komunitas yg serius maintaining hal ini.. Dan itu biasanya Dtg dari kita yang masih muda2 ini, hehe.

Jd mungkin kalo Sil mau sulam koto gadang lestari, maka bikinlah komunitas yg peduli akan hal itu.

Hmm jgn sampai kita baru ngeh setelah ada NGO atau CSR perusahaan asing yg melihat peluang itu dan menjadikannya sbg startegi penyaluran nilai2 mereka yg bs jd kurang cocok dg value masyarakat setempat.

#teorikonstipasi ✌😁
Kalo kursus tenun atau sulam tradisional biasanya ada di daerah2 terkait ya.
Kalo di Jakarta yg jetc tau paling kalo lagi ada event atau pameran tertentu aja..
Atau ikut komunitas2 hobi gituu Sil.. Mungkin bisa digugling😄

Kalo di Bandung kabarnya di BBT, alias Balai Besar Tekstil di STT Tekstil bisa menerima kursus khusus yg mau belajar tenun 🙂
❓Rury Aprillita Rosandi : mb J..utk kain batik asli yg usiany sdh lamaa.. kira2 bgm penyimpanan yg tepat ya..
👤 Kalo utk batik asli yg sudah lama dan dikawatirkan lapuk, cara nya masukkan secara individual ke dalam bungkusan plastik bening,

lalu masuk kan ke dalam lemari yang tidak ada rayap.. masuk kan kapur barus di dalam lemari biar aman..
Lalu regularly keluarkan dari bungkusannya, angin2kan..
❓ Errylia: Mbak Jetc.kain2 yang bagus buat dipadu padan a.k.a dijahit sama tenun2 gitu apaan ya
👤 Ini emang agak tricky ya. Salah2 padu-padan malah bisa bikin tenun yg udah mahal malah bs jadi keliatan murah kalo ga pas padanan Tenunan dg kain polos nya, atau kalo jaitan kurang mantap..

Disesuaikan aja dg jenis tenunnya mba.. Tekstur dan tingkat ketebalannya.. Biasanya yg gampang itu, padankan yg tebal dg yg tebal, yg tipis dg yg tipis 😊
❓ Liya : Klo tenun kyknya ngejahitnya agak riweh ya mbk? Musti dilapis dlu kah?
👤 Sebaiknya iya
❓ Errylia: Mbak jetc…..tipis ma tipis itu semisal batik tulis ma satin kalo tebel ma tebel tenun ma dutchess?Mohon masukannya.suhu jetc😘 Kalo pinggiran tenun byar gak bertiras tetep diobras kah?
👤Bisaa Mbaa, Iya Mbaa betull

IMG-20160815-WA0000

Semoga Bermanfaat 😊😊😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s