Curhatan Emak Bikers

Udah sejak kuliah aku bawa motor alhamdulilah nggak pernah ada kecelakaan atau di tilang. Baik dari jaman kuliah, kerja, bahkan hamil nggak pernah diteriakin orang pas ngendarain motor kayak sekarang.
Pengendara kendaraan lain selalu respect klo kita berkendara dengan baik. Apalagi waktu aku lagi hamil, semuanya respect banget dah.
Nah beda banget sama sekarang ketika aku bawa motor sama nggendong anak, mau nyebrang pun nggak ada yang mau melanin kendaraannya, mereka cuma mbunyiin klakson tanpa menunrunkan kecepatan. Butuh waktu yang lama sekali buat saya nyebrang, tapi gpp demi keselamatan anak.
Hari ini aku dam Azzam pergi ke toko, sudah sampai dekat toko yang ada dikanan jalan saya pasang lampu sein kanan, tiba-tiba ada mobil yaang maju dari kanan jalan menghalangi jalan karena sepertinya akan parkir, itimatis saya berhenti karena toko yang saya tuju ada didepan setelah mobil ini tiba-tiba ada mas-mas yang teriak “mbak ini mobilnya mau mundur!”. Pastinyalah saya tau makanya saya berhenti dan saya sudah pasang lampu sein ke kanan. Tidak mau berdebat saya tunggu mobil itu berhenti mundur dan saya lewat dari belakang mobil langsung belok kanan masuk toko.
Ini bukan pertama kali saya diteriaki, kesekian kalinya selama saya keluar bawa motor sambil nggendong baby.
Saya rasa masyarakat mulai underestimate dengan ibu-ibu yang mengendarai motor di jalan, sehingga tidak ada Respect merasa ibu-ibu ini tidak paham aturan jalan.
Mungkin meme meme seperti ini menjadi katalisatornya

Ya, dulu aku pun merasa ini lucu. Tapi nggak untuk sekarang. Klo ada melanggar lalu lintas siapa pun mungkin melakukannya tidak cuma ibu-ibu.
Sedih sekarang liat meme seperti ini, kami ibu-ibu jadi bahan olok-olok an, padahal ketika di jalan rasa takutnya luar biasa karena tidak hanya nyawa kami tapi nyawa anak kami yang harus kami jaga. Tentu klo tidak ada hal yang penting kami lebih memilih dirumah.

Suatu saat saya dan keluarga sedang kluar dengan mengendarai mobil. Ada seorang ibu yang mengendarai sepeda motor dengan membonceng anaknya melintas di samping kanan mobil dengan memasang sein kiri, lama sekali dia tidak nyebrang. Kata suami “kayaknya ibu ini bungung kliatan dari mukany” saya bilang “kasi jalan aja Ayah, kita pelanin mobil”, setelah mobil diperlambat dia baru melintas ke kiri. Wajah bungung ibu itu bukan karena dia tidak tau arah mau ke kanan atau ke kiri, karena takut klo2 mobil saya tetap melaju kencang karena dia tidak bisa melaju kencang, sekali lagi karena dia khwatir akan keselematan anaknya.

Tolong hentikan bulliying terhadap ibu-ibu yang mengendara sepeda motor!

Advertisements

One thought on “Curhatan Emak Bikers

  1. Totally agreed about that Liya!! Akupun demikian
    Mikir 2000x klo mau keluar bawa anak ke jalan raya
    Doaaa dipanjatkan ga henti2
    Apalagi lama cuti naik motor pas hamil gede. Pas uda lahiran ada sesuatu yg hrs ak lakuin di bank jd musti ke jalan raya bawa kk
    Tipikal jalanan di depok itu jalanan raya nya kecil2 Ya.. cm muat 2 mobil untuk jalanan dua arah.
    Sedih bgt pas ada mobil nyalip dr kanan tp nyalipnya mepet bgt. Ak smpai DEG.. takut jatuhhhhkeserempet krn bener2 mepeeeeet bgt. Pdhal ak dah jalan minggir buanget. Huks ������

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s