Tidak Ada Kendala dalam Menyusui

Tidak ada kendala dalam menyusui? Iya, karena setiap kesulitan pasti ada kemudahan begitu juga menyusui. Disini saya rangkum beberapa kendala dan solusinya berdasarkan pengalamanku dan teman-teman.

1. Air susu tidak lancar saat awal persalinan.
Ada ibu yang dimudahkan saat awal menyusui adapula yang diberi tantangan disaat menyusui. Lancar tidaknya ASI yang keluar dari ibu salah satunya dipengaruhi faktor ada tidaknya inisiasi menyusui dini atau biasa disebut IMD. Oleh karena itu penting sekali untuk para ibu yang akan melahirkan melakukan survei dalam rangka mencari tempat melahirkan yang pro ASI, dengan melakukan IMD setelah proses persalinan.
Lalu jika sudah dilakukan IMD namun ASI belum juga lancar bagaimana cara mengatasinya? Bayi sudah dikaruniai Allah persediaan makanan untuk 3 hari, maka jangan khawatir, karena stress akan semakin menyulitkan ibu dalam memproduksi ASI seperti yang sudah pernah saya ceritakan di tulisan sebelumnya bahwa pikiran positif ibu sangat mempengaruhi proses pembuatan ASI. Jika perlu jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konsultan laktasi. Ini juga penting untuk memilih rumah sakit yang menyediakan konsultan laktasi.

2. Ibu bekerja
Sebenarnya ibu bekerja bukanlah kendala untuk menyusui. Tentunya ibu-ibu bekerja sudah mengantisipasi dengan memompa ASI selama masa cuti melahirkan.
Sedikit cerita, ternyata memompa ASI bukan perkara yang mudah jadi saya angkat empat jempol untuk ibu bekerja yang berjuang demi memcukupi kebutuhan ASI anak. Mungkin sebagian dari mereka ada yang kerap memposting hasil pompa ASI nya, hmm jangan heran ya karena itu cara mereka untuk menyemangati diri. Di Indonesia masih jarang sekali kantor yang menyediakan tempat untuk laktasi padahal tidak sedikit pegawainya yang wanita. Padahal kenyamanan akan mempengaruhi produktivitas pegawainya dan keberadaan tempat laktasi ini sudah diatur lo dalam undang-undang.

Sumber : facebook

Kalaupun tidak ada tempat laktasi bisa menggunakan kamar mandi untu memompa ASI. Nah biar nyaman bagi ibu yang sedang memompa dan orang-orang yang mengantri kamar mandi jangan lupa ditulis di depan pintu ya “Sedang memompa ASI”.

3. Ibu sakit / ibu berpegian
Kadang yang terlewat adalah pada ibu-ibu yang berencana menemani bayi dirumah seperti saya hehe. Karena saya berencana menemani anak dirumah saya tidak memompa ASI karena saya pikir saya selalu ada untuk anak untuk apa saya pompa. Padahal faktanya, produksi ASI setelah dua bulan berjalan tidak sebanyak pada dua bulan awal pasca malahirkan. Sayang sekali kan jika ada ASI yang terbuang. Dan kita tidak pernah tahu kapan kita diberi sakit oleh Allah atau harus bepergian meninggalkan anak walau hanya setengah hari (seperti ujian tesis hehe). Karena tidak ada stock ASIP dipergunakanlah SKS alias sistem kebut semalam. Semalam sebelum sidang pompa ASI dulu hehe. Jadi sebaiknya apapun aktifitas anda simpanlah ASIP pada awal pasca melahirkan siapa tahu suatu saat anda membutuhkannya.

4. Bingung puting
Bingung puting kabarnya disebabkan bayi yang minum ASIP dengan botol karena dirasa lebih mudah dengan botol. Sebenarnya berdasarkan pengalaman saya, meski bayi saya minum ASIP dengan botol dia tetap mau minum ASI lewat ibunya bahkan dia merasa kesulitan minum dengan botol. Tapi jika hal ini tetap terjadi tetap dilatih minum lewat ibu langsung atau lakukan IMD ulang (menyusui dengan cara skin to skin).

5. Bayi sakit
Pengalaman seorang teman yang anaknya terkena flu singapur dimana terdapat semacam sariawan di rongga mulut. Mungkin karena trauma saat sakit dia tidak mau menyusui langsung dari ibunya tapi mau minum ASIP. Solusi yang teman saya lakukan adalah pompa langsung minum. Jadi setiap kali bayinya akan minum ASI dia harus memompanya dulu baru diberikan pada bayi. Repot? Banget. Capek? Pastinya. Itulah kenapa surga ditelapak kaki ibu.

6. Payudara luka
Saking semangatnya minum ASI kadang hingga payudara ibu luka. Cara meredakan luka pada puting adalah dengan mengolesi ASI terakhir yang keluar pada luka lalu miniupnya, insyaAllah luka akan mengering. Untuk sementara gunakan payudara yang tidak luka untuk menyusui. Dan untuk payudara yang masih luka lakukan pompa ASI agar payudara tidak semakin sakit karena tidak disusui.

7. Lingkungan kurang mendukung
Mencari lingkungan yang kondusif bagi ibu menyusui sangatlah penting untuk menimbulkan rasa percaya diri bagi si ibu. Pertama, semua dimulai dari diri sendiri. Ibarat kita ingin menuju suatu tempat A, jika kita tahu kemana arah yang dituju pasti kita tidak akan tersesat dan mudah dihasut di tengah jalan. Maka ketahui dulu ilmunya semua serba serbi ASI supaya nanti tidk galau ditengah jalan menghadapi kendala-kendalanya. Kedua, kuatkan internal keluarga yang paling terdekat adalah suami dan ibu kandung si ibu atau siapa pun yang membantu si ibu pasca melahirkan. Ketiga, cari komunitas. Sebelum melahirkan saya mengikuti senam hamil yang juga memberikan pengarahan tentang ASI disitulah timbul kesadaran saya akan pentingnya ASI dan kepercayaan diri untuk menjadi ibu yang mampu menyusui. Pasca melahirkan saya dipertemukan dengan komunitas ibu-ibu muda dan calon ibu muda. Apakah semua ibu disini menyusui ASI? Oh tidak ada beberapa yang anaknya minum susu formula. Apakah ada perselisihan antara ibu menyusui ASI dan ibu yang anaknya minum susu formula? Perselisihan itu cuma isu di media sepertinya ya. Para ibu menyusui ASI disini saling berbagi pengalaman dalam perjuangan menyusuinya dan ibu yang anaknya kini minum susu formula pun berbagi pengalamannya dan memberi saran agar ibu-ibu yang lain dapat tetap menyusui anak-anak mereka. Karena pada dasarnya ibu tahu apa yang terbaik bagi anak mereka. Dan tidak ada yang lebih baik daripada insting seorang ibu pada anaknya.

Semoga bermanfaat yaaa 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s