Kuliah Parenting-Masjid Ar Rahman ke 7

Alhamdulilah bisa hadir di Masjid Ar Rahmah, masjid yang tidak hanya bagus sekali bangunan dan fasilitasnya namun juga bagus manajemen begitu juga dengan kajian rutinnya.
Kajian kali ini bagian dari Kuliah Parenting yang diadakan tiap Ahad minggu ke dua dan GRATIS. Jadi yang berminat langsung saja hadir.
Berikut ini adalah resume dari kajian hari ini. Its FREE TO SHARE 🙂
*******
Resume Kuliah Parenting Qur’ani ke-7 :
Waktu : Ahad, 20 Desember 2015
Tempat : Ruang Utama Masjid  Ar Rahmah (Jl. Teluk Buli 1 no. 3-5-7 Perak-SBY)
Pukul : 08.30-10.30 WIB
Narsum : Ust. Ali Ridlo, SS
Tema : “Ayah ibu, siapakah teman anakmu?”

Oleh : Dewi Aprilia K.

✅Pada pertemuan sebelumnya dijelaskan hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tempat pendidikan untuk anak.
1. Kurikulum
Hindari kurikukum yang mubadzir.
2. Kepala/ leader
Karena dy yang men setting kurikulum dan segala sistem yang ada. Dengan cara kita main kerumahnya, kita tanya ke tetangganya bagaimana kepribadian yang bersangkutan. Kenapa seperti itu? Speaker bila salah rancangan bisa diedit namun jika anak pendidikan salah maka akan susah untuk memperbaikinya.
3. Guru/pengajarnya
Jika wanita apakah berhijab atau tidak, jika pria masih merokok atau tidak.
4. Teman2nya
Ini yang diperhatikan, siapa teman2 mereka nanti di sekolah tersebut. Hal ini yang akan dibahas pada hari ini.
✅Pagi ini ada berita seorang suporter sepak bola yang tewas, kira2 siapa yang mengajak dia untuk menjadi suporter? Jawabannya adalah teman
QS Al-Furqān :27 – Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”.
QS Al-Furqān :28 – Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).
QS Al-Furqān :29 – Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.
Penyesalan muncul ketika kita berteman dengan teman yang membawa kita dalam kesesatan.
✅QS At-Taĥrīm:6 – Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Yangg berpotensi menggelincirkan anak kedalam api neraka
1. Orang tua
Kisah Nabi Luth, sang istri ingin berbuat maksiat kepada Allah. Kisah Nabi Ibrahim yg ayahnya ingin anaknya berbuat maksiat. Maka sangat penting suami istri untuk saling mengingatkan.
2. Keluarga dalam satu lingkungan rumah tangga. Maka tantangan bagi kaum muslim jika membina rumah tangga namun masih berada dalam satu rumah dengan kepala keluarga yang berbeda.
3. Tetangga. Ketika sudah mulai keluar rumah.
4. Lingkungan sekolah.
5. Lingkungan kerja.
6. Pasangan hidup.
✅Kawan yang soleh tema perbincaraannya adalah hal2 kebaikan, lingkungan seperti ini yang kita cari untuk anak kita. Pertemanan karena Allah SWT.
 QS Az Zukhruf :67- Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.
Jika pertemanan bukan karena Allah, tidak diwarnai dengan ketakwaan kepada Allah maka nanti di akhirat menjadi musuh. Yang satu akan menyeret ke neraka, saling menyalahkan satu sama lain.
Klo pun kita berada didalam komunitas yang tidak berdasarkan ketakwaan kepada Allah atau bahkan dalam rangka bermaksiat kepada Allah maka belom terlambat untuk mewarnai atau jika tidak bisa mari kita tinggalkan karena itu merupakan kesia2an. Namun jika komunitas tersebut kegiatannya bernilai ibadah maka boleh kita ikuti.
✅Masih ingat Kisah dalam Riyadush Shalihin, tentang teman yang penjual minyak wangi dan pandai besi? Teman sangat mempengaruhi akan seperti kita nanti. Maka mari kita carikan anak2 kita, teman2 yang seperti penjual minyak wangi.
 Rasulullah SAW bersabda, “Al-Mar’u ‘ala dini khalilihi, falyanzhur ahadukum man yukhalilu (Seseorang itu bergantung pada agama  sahabatnya. Karena itu, hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat).” (HR Abu Dawud).
Jika kita ingin tahun seperti apa kepribadian seseorang. Buku apa saja yang dia baca dan siapa saja teman2 karibnya.
✅Kita ingat kembali pada pertemuan kedua pentingnya Iman pada anak kita. Bahwa modal yang paling mahal dan harta yg paling  mahal dan layak untuk kita wariskan kepada anak kita. Jika selama ini berjuang mencari materi maka keimanan lebih layak untuk kita perjuangkan bagi anak2 kita. Boleh kita wariskan harta tapi sebelum yang lain kita harus mewariskan kokoh dan kuatnya keimanan bagi anak2 kita.

Semoga bermanfaat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s